Rekomendasi

Aniaya Penderita Gangguan Jiwa, 9 Warga Terancam Masuk Bui

Senin, 27 April 2020 : 21.30
Published by Hariankota

BOYOLALI - Sikap waspada berlebihan berbuah petaka menimpa sedikitnya 9 warga di Banyudono, Boyolali. Akibat terlalu serius menyikapi fenomena informasi tentang maraknya kejahatan ditengah pandemi virus korona (Covid-19), mereka justru terancam masuk bui.

Mereka kini menjadi pesakitan, meringkuk di tahanan Mapolres Boyolali lantaran telah menganiaya seorang korban bernama Arjuna Veri (47), warga Rumbai Pesisir, Pekan Baru, Riau hingga menderita luka parah, dan akhirnya tewas dalam perawatan dirumah sakit, Minggu (26/4/2020) sore.

Informasi yang didapat hariankota.com, belakangan diketahui bahwa korban sejak 2017 merupakan salah satu pasien gangguan kejiwaan yang tengah menjalani pengobatan di Yayasan Charis, Kota Magelang. Namun, pada 2019 melarikan diri.

Kapolres Boyolali AKBP Rachmad Nur Hidayat, melalui Kasubag Humas Polres Boyolali AKP Joko Widodo menyampaikan, kejadian bermula pada Jum'at (24/4/2020) dinihari lalu. Saat warga sedang melakukan penjagaan lingkungan melihat korban disekitar pom mini jalan Ngangkruk- Banyudono, Boyolali.

"Warga yang tidak mengenal korban, kemudian mengerumuni. Karena saat ditanya jawaban korban berubah - ubah membuat situasi memanas. Warga emosi hingga akhirnya melakukan pemukulan," tutur Joko.

Dari hasil penyelidikan dan berdasarkan keterangan saksi -saksi, akhirnya 9 warga ditetapkan sebagai tersangka pelaku penganiayaan. Mereka satu - persatu ditangkap tanpa perlawanan, sekaligus diamankan barang bukti, yakni pakaian korban, hape, balok kayu, dan pedang.

"Kesembilan pelaku, masing masing MR ( 23 ), YB ( 19 ) , BD ( 33), AWB ( 24) , HH ( 19 ) dan AW ( 23 ), sedangkan tiga tersangka pelaku sisanya masih dibawah umur berstatus pelajar. Mereka masing - masing,  ODP ( 17 ) , VY ( 16 ) dan ATN ( 17 )," jelas Kasubag Humas.

Untuk tiga tersangka yang masih berstatus pelajar ini, menurut Joko tidak dilakukan penahanan. Namun begitu, mereka semua dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

"Kami mengapresiasi kesadaran masyarakat atas keamanan lingkungan, mari bersama - sama kita jaga. Namun, mohon jangan terlalu berlebihan seperti membawa senjata tajam dan hindari tindakan main hakim sendiri. Segera lapor Polisi kalau ada hal yang mencurigakan" pungkas Joko.


Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :