Rekomendasi

Belasan ASN di Kota Serang Ajukan Cerai Ditengah Wabah Corona

Kamis, 02 April 2020 : 15.07
Published by Hariankota
SERANG – Sedikitnya 11 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang diketahui mengajukan perceraian ditengah wabah corona. Perceraian tersebut didominasi faktor ekonomi.

Dijelaskan Kepala Sub Bidang (Kasubid) Kesejahteraan dan Pembinaan Pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang Enung Subarningsih bahwa faktor ekonomi menjadi alasan para ASN tersebut mengajukan perceraian, selain kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perselingkuhan, dan faktor kesehatan.

“Kami tidak bisa menjelaskan rincinya, karena kebanyakan gak mau diketahui orang lain, karena ini sama dengan aib,” ujarnya kepada awak media, Kamis (2/4/2020).

"Awalnya sederhana. Tapi karena sering membandingkan, contohnya orang lain bisa punya mobil tapi dia gak punya, apalagi kalau penghasilan istri lebih besar dari suami, itu yang sering terjadi. Atau ada juga yang tidak memberi nafkah," tuturnya.

Menurut Peraturan Pemerintah (PP) 45 tahun 1990 tentang izin perkawinan dan perceraian bagi pegawai negeri sipil (PNS) bahwa BKPSDM bisa mengeluarkan surat perizinan dan penolakan. Sebelum itu, pihak BKPSDM akan menerima laporan terkait dengan pengajuan perceraian dari ASN.

“Kalau penolakan biasanya jika alasan yang disampaikan itu bohong. Makanya selain yang bersangkutan, suami atau istrinya kami panggil juga,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya terus melakukan upaya agar pasangan suami istri tersebut dapat kembali berdamai. Pihaknya sebisa mungkin melakukan penundaan pemberian izin, sampai keduanya benar-benar tidak bisa berdamai.

“Hanya izin perceraian kita menunda saja, ketika izin kita panggil dan lakukan pembinaan pegawai melalui sosialisasi peraturan tentan izin perkawinan dan perceraian,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Serang, Ritadi, mengatakan bahwa dirinya tidak menampik bahwa permintaan bercerai selalu ada di Kota Serang. Kendati selalu ada, pihaknya terus berupaya 'merayu' agar rumah tangga ASN kembali harmonis.

"Kalau kami hanya proses sebenarnya, tapi kami mediasi dan panggil dua-duanya, 'coba pikir lagi masa cuma gara-gara itu kalian mau cerai', siapa tahu kan mereka kembali seperti biasa," katanya.

Dia juga meminta kepada seluruh pimpinan di masing-masing OPD agar dapat memperhatikan ASN yang ada pada bagiannya. Hal ini sebagai bentuk antisipasi.

"Kalau ada yang mengeluh harus diperhatikan itu, kuatir urusan keluarga. Makanya dinasehati agar tidak jauh melangkah. Pimpinan itu jangan hanya menuntut kinerja saja, tapi juga harus memperhatikan bawahan," tandasnya.


Reporter: Arie Kristianto
Penulis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi

Share this Article :