Rekomendasi

Bikin Laporan Palsu, Pasutri Warga Sukoharjo Diamankan Polisi

Selasa, 28 April 2020 : 20.26
Published by Hariankota
SUKOHARJO – Jajaran Reskrim Polres Sukoharjo bersama Polsek Grogol, Polres Sukoharjo mengamankan sepasang suami istri yang diduga membuat laporan palsu tentang pencurian dengan pemberatan (Curat). Mereka adalah warga Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, melalui Kasat Reskrim AKP Nanung Nugroho menerangkan, bermula dari laporan AE (kepala keluarga) ke Polsek Grogol yang mengaku menjadi korban curat di rumahnya, dengan kerugian berupa uang Rp 80 juta.

Kabar tersebut kemudian beredar ke masyarakat melalui pesan berantai media sosial hingga viral menjadi perbincangan.

"Menanggapi laporan tersebut kami kemudian melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP)," kata Nanung kepada hariankota.com, Selasa (28/4/2020) malam.

Hasil penyelidikan di lapangan, polisi justru menemukan kejanggalan. Setelah diinterogasi penyidik , akhirnya pelaku mengaku telah membuat laporan palsu, modusnya sebagai korban curat.

Sejatinya, uang Rp 80 juta yang dilaporkan hilang dicuri tersebut sudah habis untuk biaya hidup sehari-hari.

“Pasutri ini merancang skenario seolah - olah uangnya dicuri. Laporan palsu dibuat karena terinspirasi maraknya berita tentang pencurian akhir- akhir ini," tutur Nanung.

Lantaran cerita bohongnya terbongkar, kini pasutri tersebut diamankan guna proses penyelidikan lebih lanjut. Mereka terancam jerat Pasal 220 KUH Pidana tentang memberi keterangan palsu dengan ancaman  penjara maksimal tujuh tahun.

"Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuat laporan palsu hanya untuk menghilangkan tanggung jawab atas masalah yang dihadapi karena akan merugikan diri sendiri," pungkas Nanung.


Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :