Rekomendasi

Buruh Harian di Kota Serang Kelaparan, RBMC Buka Posko Kemanusiaan di Kampus

Sabtu, 04 April 2020 : 18.11
Published by Hariankota
SERANG - Imbas dari wabah Corona (Covid-19), banyak masyarakat yang bekerja sebagai buruh harian lepas mengalami kelaparan. Seperti yang dialami Yuyun Cahyaningsih (37) warga Penancangan Baru, Cipocok, Kota Serang Banten.

Yuyun mengatakan, dirinya beserta kedua anaknya harus terpaksa berpuasa hingga berhari-hari, dikarenakan tidak dapat bekerja ditengah wabah tersebut.

"Jadi saya enggak punya pemasukan gara-gara Corona ini. Kan enggak boleh keluar, jadi orang-orang ngegosok sendiri. Anak saya seminggu puasa, Senin sampai Kamis," kata Yuyun Cahyaningsih kepada wartawan, Jumat (3/4/2020).

Yuyun yang sehari-hari bekerja sebagai buruh setrika mengaku mengikuti arahan pemerintah untuk tetap ada dirumah, namun, dilema Yuyun, dirinya pun harus memberikan makan bagi anak dan suaminya yang sedang sakit.

"Suami sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian lepas sedang sakit, jadi tidak bisa membiayai kehidupan saya dan anak saya. Jadi saya terpaksa bekerja sebagai buruh setrika dan penjaja makanan ringan dari kampung ke kampung. Tapi karena ngga boleh keluar, ya jadi terpaksa puasa.

"Terus saya dapat Informasi ya dari saudara yang kerja jadi anak buahnya Gubernur. Saya ngeluh enggak punya beras, gosok (pekerjaan setrika) saya sepi. Kemarin saya bingung, terus disuruh kontak Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melalui RBMC peduli. Kepepet, saking kepepetnya, malu sebenernya mah," terangnya.

Koordinator Relawan Banten Melawan Corona (RBMC) Hendra Leo Munggaran yang hadir saat memberikan bantuan terhadap Yuyun mengatakan, kalau pemberian tersebut berasal dari para donatur dan relawan yang bukan hanya berasal dari wilayah Banten saja.

"Ini sebagai salah satu bentuk kita membantu masyarakat Banten. Semua element harus bahu membahu menyelesaikan persoalan bangsa kita ini. Semoga kita semua bisa melewati masa krisis ini. Kita buka posko kemanusiaan di Kampus Untirta," kata Hendra Leo Munggaran yang juga akademisi di Untirta Banten.


Reporter: Arie Kristianto
Penulis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi


Share this Article :