Rekomendasi

Datangi Tukang Becak Ditengah Wabah Korona, Pasutri Unik Ini Beri Bantuan Sembako

Senin, 06 April 2020 : 00.20
Published by Hariankota

SUKOHARJO - Raut kegembiraan terpancar di wajah Sugiarto (51), seorang pengayuh becak asal Desa Kriwen, Sukoharjo ketika menerima bantuan paket sembako dari sepasang pasutri yang juga penggiat sosial Sukoharjo, Agus Widanarko (Danar) - Pipit di depan Pasar Ir Soekarno, Sukoharjo, Minggu (5/4/2020) sore.

Ditengah ketidak pastian kapan wabah virus korona (Covid-19) akan berakhir, Sugiarto dan sejumlah rekan - rekannya sesama penggayuh becak, saat ini sangat terpukul lantaran kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari akibat paceklik penghasilan.

"Sekarang pasar sepi, nggak ada lagi warga yang naik becak. Banyak yang tetap tinggal dirumah takut kena virus," katanya kepada hariankota.com yang diamini sejumlah rekannya.

Jika dalam hari - hari normal sebelum wabah korona, ia bisa melayani 3 hingga 5 penumpang. Namun saat ini bisa melayani 1 penumpang saja, menurutnya sudah bagus, meski hasilnya masih jauh dari kata cukup untuk biaya makannya dalam sehari.

"Sehari ini tadi hanya narik (melayani-Red) satu penumpang, itu saja kecil (jarak pendek). Alhamdulillah, ini malah dapat bantuan sembako, saya jadi berani pulang," tuturnya, karena sejak korona melanda jika pulang tidak membawa penghasilan, ia memilih tidur di dalam pasar.

Diketahui, selain membagikan sebanyak 150 paket sembako dengan per paketnya berisi beras, minyak goreng, dan mie instan, Danar bersama istrinya juga membagikan nasi kotak, masker dan hand sanitizer sekaligus mengedukasi para tukang becak tentang pentingnya menjaga kesehatan khususnya kebersihan tangan dan memakai masker.

"Kami melihat, wabah virus korona ini dampaknya sangat terasakan betul bagi para tukang becak dan masyarakat kecil. Atas keprihatinan itu, maka untuk menghindari kerumunan, bantuan kami berikan dengan mendatangi mereka satu - persatu," jelas Danar yang dalam aksi sosialnya ini mengenakan penutup kepala unik bersama istrinya.

Tak dipungkiri, wabah virus korona telah membuat daya beli masyarakat menurun drastis. 

Untuk itu Danar berharap kepada masyarakat Sukoharjo yang memiliki kemampuan ekonomi berlebih, menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu masyarakat kecil yang saat ini tengah kesulitan.

"Sejak pemerintahan memberlakukan pembatasan aktivitas diluar rumah untuk menekan penularan virus, mereka masyarakat kecil bisa dikatakan sama sekali tidak ada pemasukan," pungkasnya.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Kadek Arya Wiguna


Share this Article :