Rekomendasi

Ibu dan Anak Dibawah Umur di Tangsel Ditahan Polisi, Ini Kata Kuasa Hukum

Sabtu, 04 April 2020 : 18.31
Published by Hariankota
TANGSEL - Pasca traumatis yang dialami ketiga anaknya, Ilham dan Diana yang sebelumnya menjadi saksi dalam kasus jual-beli saham cafe D-82 di Bintaro Jaya, Sektor 9, Tangerang Selatan kini ditahan Polres Tangerang Selatan. 

Bahkan dalam penahanannya, Diana membawa serta kedua anaknya yang dibawah umur, karena kuatir tidak ada yang merawat ditengah wabah corona.

Dikatakan Kuasa Hukum Ilham dan Diana, Sulaiman Sembiring bahwa pihaknya telah memohonkan penangguhan penahanan sementara, melihat permasalahan penyebaran virus Covid-19, dengan menjaminkan dirinya.

"Kami sudah menyampaikan semua alasan, termasuk isu Corona dan anak-anak yang masih kecil. Tidak mungkin melarikan diri dan seterusnya agar tidak ditahan. Termasuk kami advokat menjamin," kata Sulaiman saat ditemui wartawan,belum lama ini.

Namun kata dia, jaminan terhadap Diana tak disetujui. Perintah Kasat Reskrim Polres Tangsel, Diana harus tetap ditahan apapun kondisinya. Kedua anak Diana pun tidak mau lepas dari ibunya. 

Apalagi salah seorang diantaranya juga saat ini sedang mengalami flu yang cukup berat.

"Kata Kanit, perintah Kasat tetap ditahan, dan anak-anak bersama ibunya. Ini kami baru keluar dan akan laporkan ke berbagai pihak yang memiliki kewenangan," tambahnya.

Sembiring menyayangkan sikap kepolisian yang dalam proses penahanan penyidik terhadap kliennya pada malam tersebut, dilakukan dihadapan kedua anak kliennya yang berusia lima tahun dan dua tahun.

"Kami Advokat sungguh sangat menyayangkan tindakan Kasat yang tetap memerintahkan penyidik untuk menahan klien kami seorang ibu, dalam proses itu tentu anaknya juga ikut karena tak mungkin ditinggal karena bapaknya sudah ditahan," tandasnya.
Sementara itu, Diana menuturkan dirinya berpasrah diri, meski anaknya mengalami trauma pasca kedatangan polisi beberapa waktu.

"Sebagai seorang ibu, saya sangat sedih. Sejak Jumat subuh, saya sudah kepikiran ini. Jadi, di sini saya sudah pasrah. Anak saya juga trauma, dia selalu bilang polisi jahat," kata Diana, kepada Koran Sindo, di halaman Mapolres Tangsel, Serpong, Jumat sore.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharam belum bisa dikonfirmasi. Keterangan Kasat Reskrim akan ditayangkan, bilamana wartawan sudah mendapatkan jawaban.

Reporter; Arie Kristianto
Penulis; Arie Kristianto
Editor; Gunadi

Share this Article :