Rekomendasi

Meski Mengalami Penurunan, Penjual Bunga Berharap Berkah Di Tengah Wabah Covid-19

Minggu, 19 April 2020 : 17.36
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Penghasilan para pedagang bunga menjelang bulan puasa tahun ini, mengalami penurunan yang cukup tajam. Kondisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana para pedagang bunga  meraup untung yang cukup besar setiap menjelang bulan Ramadhan. 

Jika dalam kondisi normal dalam sehari bisa menghasilkan Rp500.000 hingga Rp700.00, saat ini mengalami penurunan hampir 50%.

Meski mengalami penurunan, para pedagang bunga yang ada di sepanjang jalan Solo-Tawangmangu, tepatnya di perempatan Papahan,  tetap menggelar dagangan mereka  ditengah mewabahnya virus corona (Covid-19).

Seperti yang diungkapkan Sulis, salah satu penjual bunga. Saat ini, menurut Sulis, pendapatan dari hasil penjual  memang mengalami penurunan,karena jumlah pembeli yang berkurang. 

Biasanya, menurut Sulis, setiap menjelang bulan Ramadhan, banyak warga yang akan berziarah ke makam para leluhurnya, namun karena ada wabah virus corona, jumlah pembeli berkurang, karena banyak warga dari luar kota yang membatalkan ziarah ke makam leluhur mereka.

“ Biasanya, menjelang nyadran (tradisi ziarah kubur menjelang puasa, red), merupakan masa panen. Tapi saat ini, berkurang. Karena ya itu tadi, pembeli berkurang. Pembeli bunga biasanya dari luar kota yang akan ziarah, tapi karena kondisi seperti ini, sepi,” ujarnya saat ditemui hariankota.com, Minggu(19/04/2020).

Sulis mengaku,memperolah bunga dagangannya dari Boyolali, dengan harga Rp120.000 per bendel. Bunga tersebut,kemudian dimasukkan ke dalam cething ( wadah plastik, red).Untuk harga, saat ini Sulis hanya menjual Rp10000 per  cething , yang terdiri dari campuran bunga mawar merah dan putih. Padahal saat normal, Sulis menjual di harga Rp20.000 bahkan lebih.

“ Kami harus tetap bertahan mas. Meski mengalami penurunan, kami tetap berjualan sambil berharap berkah ditengah mewabahnya virus corona ini,” harapnya.

Disisi lain, Sri Gunawan, warga Tegalgede, kecamatan Karanganyarkota,menyatakan, telah menunda seluruh kegiatan keluarga, baik menjelang puasa  maupun saat perayaan Idul Fitri mendatang. Padahal menurutnya, acara pertemuan keluarga tersebut, telah dirancang jauh hari sebelumnya, Namun karena wabah Covid-19 dan adanya anjuran pemerintah untuk melaksanakan social distancing dan phisical distancing, seluruh agenda acara keluarga dibatalkan.

“ Acara nyadran kita batalkan. Kita cukup berdoa dari rumah saja. Nanti kalau kondisi sudah normal, acara keluarga kembali kita gelar,”kata dia.

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Rahayuwati
 


Share this Article :