Rekomendasi

Napi Bebas Bersyarat Kembali Berulah? Ini Kata Kapolres Sukoharjo

Kamis, 16 April 2020 : 20.47
Published by Hariankota

SUKOHARJO - Kemenkumham membebaskan sekira 36 ribu napi dengan kebijakan asimilasi dan pembebasan bersyarat sesuai Permenkum HAM No.10/2020 dan Keputusan Menkum HAM No. 19.PK.01.04 Tahun 2020.

Keputusan itu telah menuai banyak protes dari masyarakat karena resah dan khawatir akan munculnya banyak aksi kejahatan ditengah penanganan wabah korona (Covid-19) pasca pembebasan para napi.

Seperti beberapa hari terakhir, beredar informasi berantai melalui media sosial (medsos) Instagram, di akun @_infocegatansolo tentang 7 kasus kejahatan pencurian dan begal di disejumlah wilayah Sukoharjo.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas menyampaikan, bahwa apa yang dinformasikan warga melalui medsos itu tidak sepenuhnya benar.

"Memang betul ada kasus kejahatan tapi tidak sebanyak itu. Ada dua kasus, di Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Nguter. Pelakunya sudah kami tangkap semua," kata Bambang saat ditemui hariankota.com, Kamis (16/4/2020).

Ia pun memastikan bahwa para pelaku tindak kriminal yang kini sudah diamankan tersebut bukan eks napi yang baru saja dibebaskan oleh Kemenkumham.

"Alhamdulillah, justru tidak ada kenaikan kasus pidana. Intinya terkait dengan pelepasan (napi) ini, kami bersama pihak - pihak terkait hingga tingkat RT/RW telah melakukan pengawasan bersama," terangnya.

Pengawasan secara khusus akan dilakukan terhadap eks napi yang kembali ke rumah masing - masing oleh masyarakat melalui RT/RW bersama Babinsa dan Bhabinkamtimbas sembari memantau perkembangan wabah korona.

"Fokus kami sebenarnya adalah menangani secara bersama Covid-19 ini supaya tidak menyebar. Tapi kalau memang ada tindak kejahatan, ya tetap kami tangani dengan tegas dan terukur," imbuh Kapolres.

Seperti diberitakan, sedikitnya ada 14 napi asal Sukoharjo yang mendapat pembebasan bersyarat di tengah pandemi Covid-19. Mereka rata-rata berasal dari beberapa lembaga pemasyarakatan (Lapas) dengan kasus pidana umum.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :