Rekomendasi

Pandemi Covid-19, Anggaran Rp 580 Juta Mudik Gratis Dialihkan

Jumat, 03 April 2020 : 21.05
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Mudik gratis yang selama ini diberikan Pemkab Karanganyar kepada para perantau, untuk tahun 2020 ini ditiadakan. Anggaran mudik gratis sebesar Rp580 juta dialihkan untuk penanganan virus corona (Covid-19). 

Anggaran yang dialihkan untuk untuk penganganan covid-19 meliputi anggaran operasional Rp100 juta, anggaran sewa 32 bus senilai Rp480 juta.

Pelaksana tugas  (Plt)  Kepala Dinas Perhubungan Karanganyar Sundoro Budhi Karyanto mengatakan pengalihan alokasi anggaran tersebut untuk menindaklanjutisurat dari Kementerian Perhubungan tentang himbaun larangan mudik.

Menurut Sundoro,  pembatalan mudik gratis tersebut juga telah disampaikan kepada pengurus Paguyuban Warga Karanganyar yang ada di Jakarta.  Saat ini, jelas Sundoro, sekitar 1500 warga karanganyar yang tergabung dalam paguyuban warga karanganyar terdamapak akibat pembatalan mudik gratis tersebut.

“ Untuk tahun ini, mudik gratis ditiadakan, mengingat penyeberan Covid-19, cukup mengkhawatirkan. Kita juga sudah menyampaikan kepada paguyuban warga di perantauan. Dan mereka bisa memamhinya,” kata Sundoro.

Sementara itu, berdasarkan pantauan hariankota.com, Jumat (03/04/2020), untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19), di sejumlah Desa terpasang himbauan agar para tamu  dan pemudik segera melaoprkan diri ke Rt dan Rw masing-masing. 

Seperti yang terlihat di Dusun Getas, Desa Jaten, Kecamatan Jaten. Himbauan agar para tamu da pemudik segera melapor, terpasang di sejumlah sudut Dusun
Kepala  Desa Jaten, Harga Satata, kepada hariankota.com, melalui telepon selularnya, Jumat (03/04/2020) menjelaskan, himbauan agar tamu dan pemudik tersebut sgera melapor, untuk mencegah dan mengantisippasi penyebaran Cvid-19.

“ Kita sudah mensosialisasikan ketingkat Rt dan Rw. Sebagian sudah pasang. Kami dari Pemerintah Desa juga akan memasang di sejumlah titik strategis, sehingga himbauan ini dipatuih oleh warga,” jelasnya.

Sedangkan para pemudik yang saat ini sudah pulang kampung, Harga Satata menuturkan, setelah dilakukan pendataan,  langsung diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

“ Sebagian warga yang merantau, sudah ada yang pulang. Pemudik kita melalui Rt dan Rw setempat. Kami minta  agar warga yang baru mudik untuk sementara waktu tinggal di rumah selama 14 hari dengan pengawasan RT dan RW serta masyarakat sekitar. Demi kenyamanan kita semua dan apabila ada gejala sakit diharap segera memeriksakan  diri ke  Puskesmas atau ke dr Moewardi secara Gratis,” tegasnya.


Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Share this Article :