Rekomendasi

PDP Corona Meninggal Asal Karanganyar Bertambah Satu Lagi

Minggu, 12 April 2020 : 15.45
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Satu lagi pasien dalam pengawasan (PDP) yang merupakan warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, meninggal dunia  saat menjalani isolasi di rumah sakit Moewardi Solo, Minggu (12/04/2020) sekitar pukul 05.00 Wib.

Hanya saja hasil Swab, untuk menentukan  statusnya  positif  Covid-19 atau tidak, masih belum keluar.

PDP yang meninggal tersebut, merupakan salah satu peserta Ijtima yang berlangsung di Gowa beberapa waktu lalu, dan kembali ke Karanganyar pada tanggal 25 Maret 2020.

Sebelumnya, salah satu peserta  Ijtima Dunia asal Desa Sewurejo juga meninggal dunia dengan status PDP.

Kepala desa Gawanan, Murdiyanto ketika dikonfirmasi hariankota.commelalui telepon selularnya, Minggu (12/04/2020), membenarkan bahwa salah satu warganya tersebut meninggal dunia dengan status PDP. 

Menurut Murdiyanto, warganya yang berusia 6o tahun tersebut, setelah pulang dari Gowa pada tanggal 25 Maret 2020 lalu, setelah  melakukan pengecekan kesehatan di Puskesmas, langsung melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah.

Setelah isolasi selama 14 hari, jelasnya, kemudian dijemput oleh petugas dari rumah sakit Moewardi, Solo,  sekitar satu minggu lalu atau minggu pertama bulan April dan meninggal Minggu (12/04/2020).

“ Memang betul almarhum adalah warga kami. Beliau juga menjadi peserta Ijtima’ ulama di Gowa. Almarhum juga telah melakukan isolasi mandiri, namun sekitar seminggu yang lalu, almarhum dijemput oleh petugas rumah sakit Moewardi  untuk menjalani perawatan lanjutan. Namun dalam perawatan, almarhum meninggal dunia,” ujarnya.

Ditambahkannya, almarhum tidak disemayamkan di rumah duka dan langsung dimakamkan ke pemakanan desa Gawanan dengan protocol Covid-19.

“ Almarhum langsung dimakamkan  dan tidak disemayamkan di rumah duka. Warga hanya menggali kubur, sedangkan seluruh proses pemakaman sesuai dengan protocol Covid-19  yang dilakukan oleh petugas dari rumah sakit Moewardi,” tandasnya.

Sementara itu, bupati Karanganyar, Juliyatmono,  menjelaskan, selama dalam perawatan di rumah sakit, almarhum menunjukkan gejala  Covid-19, namun  menurut bupati, hasil Swab belum keluar.

“ Sehingga almarhum belum tentu positif  atau tidak, meskipun menunjukkan gejala Covid-19,” kata bupati.

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Share this Article :