Rekomendasi

Pemudik Capai 8 Ribu Lebih, Pemkab Sukoharjo Pilih Opsi Isolasi Mandiri Cegah Covid-19

Selasa, 07 April 2020 : 20.03
Published by Hariankota

SUKOHARJO- Sejak mewabahnya virus korona (Covid-19), angka pemudik Kabupaten Sukoharjo telah mencapai 8.207 orang. Tak ada perlakuan khusus kecuali hanya dihimbau melakukan isolasi mandiri selama 14 hari guna mencegah penularan virus.

Meski sejumlah daerah ada yang telah menyiapkan tempat karantina bagi pemudik yang masuk kriteria ODP (Orang Dalam Pemantauan), isolasi mandiri oleh Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Sukoharjo dinilai masih lebih efektif.

“Untuk pencegahan bagi pemudik khususnya yang menggunakam bus, sudah dilakukan pemeriksaan di Kartasura, yakni di bekas terminal lama,” terang Jubir Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Sukoharjo, Gani Suharto, Selasa (7/4/2020).

Kepada hariankota.com, Gani menegaskan, sampai saat ini pihaknya masih memiliki pandangan bahwa isolasi atau karantina  mandiri di rumah masing- masing lebih efektif dibanding dengan menyiapkan tempat karantina khusus.

"Kalau ditampung ditempat karantina tersendiri, ini tentu akan sulit dipantau karena mereka datangnya tidak bersamaan. Bisa jadi yang sudah masuk lebih dulu akan bercampur dengan yang baru datang, kan repot itu," dalihnya.  

Disebutkan, jumlah pemudik yang datang ke Sukoharjo tersebar di 12 kecamatan. Terbanyak ada di Kecamatan Bulu yakni, 1.428 orang. Mereka langsung didata oleh RT/RW dan selanjutnya diminta isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Bagi pemudik yang mengalami gejala sakit bisa memeriksaan diri ke Puskemas, dan jika ada indikasi korona bisa dirujuk ke rumah sakit. Saat ini, pemantauan kedatangan pemudik sudah berjalan,"tutur Gani yang juga Direktur RSUD Ir Soekarno Sukoharjo ini.

Diungkapkan, hingga saat ini, warga dengan status ODP tersebar merata di 12 kecamatan, sedangkan untuk status PDP berada di 10 kecamatan. Adapun kecamatan tanpa PDP adalah, Tawangsari dan Gatak.

"Dengan tetap tinggal di rumah dan selalu menerapkan physical distancing atau jaga jarak, diharapkan dapat memutus rantai penyebaran virus korona," pungkasnya.

Reporter: Arie Kristianto
Penulis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi


Share this Article :