Rekomendasi

Prihatin Penolakan Jenazah Corona, Perawat di Kota Tangerang Kompak Pakai Pita Hitam

Minggu, 12 April 2020 : 13.07
Published by Hariankota
TANGERANG - Seluruh perawat di Kota Tangerang dari berbagai pelayan kesehatan kompak memakai pita hitam di lengan sebelah kanannya. Hal itu merupakan aksi prihatin perawat atas insiden penolakan jenazah COVID-19 di berbagai daerah.

"Kami prihatin dan menyesalkan atas kejadian penolakan dari warga terhadap jenazah teman sejawat kami," ungkap Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Tangerang, Ihwan dalam rilis resminya, Sabtu (11/4/2020).

Sebagai informasi, insiden penolakan jenazah teman sejawat mereka atau perawat terjadi di beberapa daerah. Seperti contohnya di Ungaran, Jawa Tengah, pada beberapa hari yang lalu.

Sementara di Kota Tangerang sejauh ini belum ada warga maupun perawat yang meninggal dengan status penderita COVID-19 yang jenazahnya ditolak.

Ihwan menambahkan, aksi para perawat tersebut mengenakan pita hitam ini dilakukan secara nasional selama beberapa hari ke depan.

"Pengenaan pita hitam akan dilakukan selama 5 hari terhitung dari tanggal 10-14 April 2020 khusus Kota Tangerang," imbuhnya.

Sementara itu, akademisi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tangerang, Alpan Habibi mendukung langkah dari PPNI Jawa Tengah, yang tetap memproses penolakan jenazah tersebut ke ranah hukum, walau pelaku sudah meminta maaf.

"Saya pribadi, mendukung upaya PPNI Jawa Tengah yang tetap melanjutkan proses hukum perkara penolakan jenazah perawat yang positif COVID-19," katanya di tempat terpisah.

Upaya proses hukum tersebut, kata dia menyatakan, sebagai pelajaran bagi siapa saja yang tega melakukan penolakan terhadap jenazah positif COVID-19 siapapun apalagi perawat, yang termasuk pejuang kemanusiaan.

"Upaya tersebut agar bisa dijadikan pelajaran bagi siapapun, agar tidak melakukan aksi penolakan yang dinilai tega tidak berprikemanusiaan, bagi jenazah COVID-19 di mana saja," pungkasnya.


Reporter: Mochamad Ryas
Penulis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi





Share this Article :