Rekomendasi

Prihatin Wabah Korona, Purnomo Mundur Dari Bursa Pilwakot Solo

Jumat, 24 April 2020 : 18.56
Published by Hariankota

SOLO - Bakal Calon (Balon) Walikota Solo dari DPC PDIP Solo, Achmad Purnomo menyatakan mundur dari bursa Pilwakot. Ia menyatakan alasan mundur murni kehendak pribadi.

Informasi yang didapat hariankota.com, Purnomo yang dipasangkan dengan Teguh Prakosa ini mengaku tidak tega hati jika Pilwakot tetap digelar saat pandemi Covid-19 masih berlangsung.  

"Saya mundur bukan terkait ada tekanan, atau masalah politik. Saya tidak sampai hati, saya mikir harus fokus ke masyarakat kasihan mereka," kata Purnomo saat dikonfimasi awak media, Jumat (24/4/2020).

Ihwal pernyataan mundur ini, Purnomo mengaku sudah memberitahukan kepada Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo, namun diakui belum secara resmi melalui surat.

"Secepatnya mengirim surat pengunduran diri (sebagai bacalon Walikota). Saya tidak ingin memikirkan Pilkada dulu, saya malah sarankan ditunda saja sampai Korona selesai," ujarnya.

Selain sudah memberitahu Ketua DPC PDIP Solo, Purnomo juga menyebut sudah berkomunikasi dengan bakal calon Wakil Walikota pasangannya, yakni Teguh Prakosa, kalau ia mau mundur.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo yang juga Walikota Solo, justru mendukung langkah yang diambil Purnomo tersebut.

"Jika Pak Pur ingin mengundurkan diri dari bursa calon Walikota Solo, kami sangat mendukung 1000 %. Malah beneran kalau satu paket (Purnomo-Teguh) juga mengundurkan diri dari bursa calon Pilkada esok," ucapnya.

Rudy pun mengaku akan segera menyiapkan surat pengunduran diri Purnomo yang juga wakilnya di pemerintahan Kota Solo ini untuk dikirim ke DPP PDIP di Jakarta.

Seperti halnya Purnomo, Rudy ternyata juga mengaku kurang bersemangat jika harus mengurusi Pilwakot 2020 yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang.

"Saya males ngurus Pilkada disaat pandemi (Covid-19) ini. Saya masih fokus mengurus rakyat saya yang saat ini masih berjuang melawan pandemi ini," tutur Rudy.

Disisi lain, mengingat wabah korona belum juga menunjukkan tanda - tanda akan surut, Rudy menyarankan agar Pilkada serentak diundur, pelaksanaannya dibarengkan dengan Pemilu 2024.

"Lebih baik anggarannya dialihkan untuk penanganan dan recovery Covid-19," pungkasnya.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :