Rekomendasi

Turun di Stasiun Purwosari, Pemudik Dari Bandung Langsung Masuk Karantina Graha Wisata Niaga

Rabu, 08 April 2020 : 19.49
Published by Hariankota
SOLO - Pemkot Solo membuktikan keseriusannya dalam mencegah penyebaran virus korona (Covid-19) dengan mewajibkan setiap warga yang mudik masuk tempat karantina selama 14 hari.

Informasi yang didapat hariankota.com, Rabu (8/4/2020), dari tiga tempat karantina yang sudah disiapkan, salah satunya Graha Wisata Niaga yang terletak dijalan Slamet Riyadi juga difungsikan sebagai Posko Covid-19 Kota Solo.

Sedikitnya sudah ada empat orang pemudik dari Bandung, Jawa Barat yang turun di Stasiun Kereta Api Purwosari, Solo langsung dibawa ketempat karantina di Graha Wisata Niaga.

Keempat pemudik tersebut dijemput oleh petugas menggunakan bus Batik Solo Trans (BST) menuju ke Graha Wisata Niaga sesaat setelah turun di stasiun, Selasa, (7/4/2020) kemarin.

“Ya benar kemarin ada empat orang pemudik yang baru datang dan langsung dibawa petugas Tim Penanggulangan Covid-19 Kota Solo untuk langsung dikarantina,” ungkap Sutrisno Herlambang, koordinator pengawasan pemudik di Stasiun Purwosari.

Sebelum dibawa ke tempat karantina, empat orang pemudik ini terlebih dulu dilakukan pendataan oleh anggota Kodim 0735/Surakarta, Polresta Solo, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Solo.

“Keempat orang pemudik ini satu rombongan dari Bandung menuju ke Solo dengan menumpang KA Kahuripan. Tiba di Stasiun Purwosari Selasa kemarin sekira pukul 8.55 WIB,” tuturnya.

Dari keterangan Sutrisno, keempat pemudik ini tidak melakukan penolakan saat akan dibawa ke tempat karantina. Mereka sudah mengetahui bahwa sesuai keputusan Walikota Solo, pemudik dari zona merah Covid-19 harus dikarantina terlebih dulu.

Seperti diketahui, selain Graha Wisata Niaga, Pemkot Solo juga menyiapkan dua tempat lagi, yakni Ndalem Joyokusuman (sitaan Kejaksaan Tinggi kasus korupsi impor daging sapi mantan Direktur Utama Perum Bulog, Widjanarko Puspoyo).

Dan tempat karantina ketiga adalah, Ndalem Priyosuhartan (rumah mewah sitaan KPK dari kasus mantan Kakorlantas Polri, Djoko Susilo).

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :