Rekomendasi

Abaikan New Normal, Muhammadiyah Jateng Prioritaskan Penyelamatan Korban Covid

Minggu, 31 Mei 2020 : 15.10
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah PWM Jateng abaikan ada dan tidaknya program New Normal melainkan lebih fokus terlebih dahulu pada penyelamatan korban wabah Covid yang mana pergerakannya meningkat tajam sepekan terakhir.

Menurut Muhammadiyah secara substansi sebenarnya situasi saat ini masih berbahaya pasca pelonggaran PSBB di Indonesia sehingga Muhamadiyah pun fokus dibidang kesehatan.

Ketua PWM Jateng Tafsir mengatakan Muhammadiyah  siagakan 40 rumah sakit dan 50 klinik se Jateng pada fase terkini pergerakan Covid 19, sedangkan kiprahnya sejak Januari lalu selalu aktif atasi Covid 19.

" Bagi Muhammadiyah nyawa lebih penting dibanding apapun termasuk saat ini sedang ribut tentang new normal" ujarnya disela acara pelantikan kepala sekolah oleh PDM Karanganyar, kemarin.

Tafsir menjelaskan saat ini dilema jika kita mau melangkah maju dengan jargon new normal sementara kondisi riil wabah Covid 19 masih mengancam.

Bahkan lebih ekstrem Tafsir mengakui pemerintah kebingungan dengan perkembangan Covid 19 karena bukannya menurun tetapi justru meningkat.

Disatu sisi situasi seperti ini solusinya adalah dilakukan lock down, tetapi pemerintah tidak punya cukup uang untuk menanggung biaya makan rakyat.

Sedangkan pemerintah nekad melakukan pelonggaran PSBB seperti yang terjadi sekarang guna mencegah perlambatan ekonomi yang mengkhawatirkan.

"Maka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun tidak secepat kilat seiring sejalan memberlakukan program new normal itu" tandasnya.

Begitu juga langkah Muhammadiyah Jawa Tengah mengambil skala prioritas yakni fokus tangani korban Covid 19 dibanding berpikir new normal yang terkesan dipaksakan.

"Yang realistis Jawa Tengah saat ini adalah bergerak membantu daripada berjargon new normal" lanjutnya.

Ditegaskan nanti pada saatnya jika Gubernur Jateng sudah siap dan berlakukan resmi new normal, Muhammadiyah pasti mendukung karena sudah kharakter Muhammadiyah untuk amar maruf nahi munkar.

Tapi sekarang ini terlalu dini bicara mew normal.

Sebagaimana diketahui meski Presiden canangkan program new normal pasca covid, namun Pemprov Jateng hingga sekarang belum siap berlakukan new normal karena banyak pertimbangan.

 Sementara bupati walikota di Provinsi Jateng sudah banyak yang lebih reaktif berlakukan new normal.


Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Kadek Arya Wiguna

Share this Article :