Rekomendasi

Alquran Raksasa Tulisan Tangan Peninggalan Kerajaan Demak Diwakafkan

Rabu, 06 Mei 2020 : 19.01
Published by Hariankota
SRAGEN - Al Quran raksasa yang dibuat dengan tulisan tangan, dan merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Demak, yang selama 40 tahun tersimpan, saat ini diwakafkan ke  Masjid Raya Al-Falah Sragen. 

Alquran yang  berukuran 1 x 1,5 meter dengan sampul dari kulit diletakkan di sebuah lemari kaca berukuran besar di ruang depan Masjid terbesar di Sragen itu.

Direktur operasional Masjid Raya Al Falah Sragen, Eko Wijiyono, kepada awak media, Rabu (06/05/2020) mengatakan, Al Quran  tersbut selama ini tersimpan selama 40 di rumah   KRMT Seto Nugroho, merupakan peninggalan zaman Joko Tingkir atau awal berdirinya Kerajaan Demak.

Dijelaskannya, Alquran raksasa berukuran 1 x 1,5 meter itu memang menjadi salah satu peninggalan fenomenal dimasa kerajaan Islam  di Pulau Jawa.

Semua ayat di dalamnya dibuat dengan tulisan tangan. Meski relatif lama, huruf dan fontnya masih terlihat jelas dan terbaca.

“  Menurut keterangan Pak Seto, Al Quran ini sudah dirawat selama 40 tahun. Al Quran tersebut merupakan  peninggalan almarhum kakeknya. Dia mewakafkan agar lebih terawat di Masjid Raya ini," kata Eko Wijiyono.

Eko berharap, kehadiran Al Quran peninggalan Kerajaan Demak itu dapat  menjadi inspirasi generasi muda, bhwa pendahulu dan pejuang Islam, mampu menghasilkan karya yang luar biasa.

"Ini bisa memotivasi generasi muda untuk memberikan sumbangsih perjuangan bagi peradaban Islam," terangnya.

Terpisah, Seto Nugroho (53) pemilik  Alquran kuno tersebut, menyatakan, sengaja mewakafkan Alquran raksasa itu ke Masjid Raya agar lebih terawat dan memberi kemanfaatan ketimbang disimpan di rumahnya.

Seto menuturkan,  Alquran itu dari peninggalan Simbah saya (Parto Dikromo) yang merupakan  abdi dalem Keraton Surakarta.

“ Alquran kuno ini sudah 40 tahun di rumah saya dan saya simpan di musala pribadi. Kadang dibaca anak-anak asuh saya, kadang juga saya baca sendiri," ungkapnya.

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Kadek Arya Wiguna


Share this Article :