Rekomendasi

Awas! Chikungunya Mulai Serang Karanganyar, 192 Kasus Hingga April

Rabu, 06 Mei 2020 : 18.58
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Selain tetap waspada terhadap penyebaran wabah virus corona (Covid-19), masyarakat juga diminta untuk tetap waspada terhadap penyebaran  penyakit Chikungunya dan demam berdarah. 

Hingga akhir bulan April tahun 2020, sebanyak 192 kasus Chikungunya terjadi di sejumlah wilayah Karanganyar.  Sebanyak 150 kasus terjadi di Kecamatan Tasikmadu, 35 kasus di Kebakramat serta 7 kasus terjadi di Kecamatan Jaten.

Kepala bidang pengendalian dan pemberantasan penyakit  (P2P) Dinas Kesehatan Karanganyar, Sri Winarno, Rabu (06/05/2020) mengatakan, saat ini,penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh  Aedes Aegypty ini, mengalami perkembangan yang cukup signifikan,  di tiga kecamatan tersebut, sejak pertengahan bulan April 2020 lalu.

“ Penyakit ini jarang menimbulkan pendarahan dan biasanya menimbulkan gejala khas seperti demam, sendi bengkak, nyeri tulang, sakit kepala. Penyakit ini, dapat menyebabkan lumpuh layu. Namun jika katahanan tubuh cukup kuat, tidak sampai menimbulkan kelumpuhan,” jelasnya.

Dijelaskanya,  penderita akan mengalami lemas dan pegal-pegal pada bagian tubuhnya, terutama di persendian, tapi tidak mematikan. Bagi mereka yang terkena demam disertai pegal dan linu di persendian, sebaiknya segera periksa ke puskesmas terdekat.

Karena disebabkan oleh nyamuk yang sama dengan penyebab demam berdarah, ujarnya,  masyarakat dihimbau untuk memastikan kebersihan lingkungan dan mengurangi tempat genangan air di lingkungan masing-masing yang dapat menjadi sarang nyamuk.

" Kami hanya memberikan himbauan agar  sampah dikelola dengan baik, menjaga kebersihan  lingkungan bersih,  melakukan pemberantasan sarang nyamuk," tandasnya.

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Kadek Arya Wiguna


Share this Article :