Rekomendasi

Bagikan Bingkisan Lebaran, Rektor UMS Naik Motor Sambangi Kos Mahasiswa

Senin, 25 Mei 2020 : 20.23
Published by Hariankota
SUKOHARJO -  Nuansa Lebaran ditengah pandemi korona ( Covid-19 ) tahun ini terasa begitu berbeda. Diberlakukannya larangan mudik membuat mereka yang berada jauh dari kampung halaman tidak bisa berkumpul di rumah bersama sanak - saudara.

Hal itu juga dialami ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Mereka terpaksa harus tetap tinggal di rumah kos masing - masing hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Berempati atas kondisi tersebut, Rektor UMS, Sofyan Anif beserta jajarannya tergerak untuk memberikan bantuan berupa bingkisan Lebaran yang dikirim langsung ke alamat rumah kos dan asrama mahasiswa.

Bahkan Rektor UMS ikut turun ke lapangan berkeliling kampung sekitar kampus menggunakan sepeda motor, mendatangi tempat kos mahasiwa yang tidak mudik untuk menyerahkan bingkisan.

Kabag Humas UMS, Budi Santosa,  kepada hariankota.com, melalui siaran pers Senin (25/5/2020) menyampaikan, bingkisan secara simbolis telah diserahkan langsung oleh Rektor UMS satu hari sebelum Hari Raya Idulfitri, Sabtu (23/05/2020) kemarin.

"Selain memberikan bingkisan lebaran, Rektor juga berdialog dengan para mahasiswa yang ditemui di masing - masing rumah kos dan asrama," terang Budi.

Sebelum berkeliling dengan start dari kediamannya, Rektor terlebih dulu singgah kantor Lazismu UMS untuk menyerahkan bingkisan kepada Ketua LAZISMU UMS, Mahasri Shobahiya,  sebagai tanda dimulainya program pemberian bingkisan lebaran.

Tak hanya memberi bingkisan ke kos mahasiswa di sekitar kampus, Rektor juga menyambangi Pesantren Mahasiswa Internasional K.H. Mas Mansur, dan Pondok Pesantren Hj. Nuriyah Shobron UMS.

"Disana hanya beberapa perwakilan mahasiswa saja yang menerima, untuk penyerahan bingkisan selanjutnya diteruskan oleh Lazismu karena jumlahnya ratusan mahasiswa yang tidak mudik," tuturnya.

Dari dialog dengan sejumlah mahasiswa, Rektor mendapat penjelasan secara langsung terkait persoalan yang dihadapi para mahasiswa yang tidak mudik. Termasuk persoalan logistik selama mereka tinggal di tempat kos maupun asrama mahasiswa.

"Ternyata mereka sangat terbantu dengan program-program dari Lazismu UMS, diantaranya adanya pemberian bantuan voucher makan gratis, dan bantuan lainnya,” ujar Budi mengutip pembicaraan Rektor dengan mahasiswa.

Seperti diketahui, sebelumnya selama Ramadhan, kurang lebih sekira 363 mahasiswa UMS mendapat bantuan voucher berbuka puasa dan sahur.

"Sedangkan bingkisan lebaran, sengaja diberikan untuk meringankan mahasiswa yang tidak mudik ke kampung halaman. Ini juga dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah, yaitu memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19," pungkasnya


Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :