Rekomendasi

Bupati Karanganyar: Uji Coba Sekolah Bergilir Lebih Mendesak Ketimbang Menunggu Jadwal Kemendiknas

Jumat, 29 Mei 2020 : 11.57
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Menanggapi kontroversi kepastian kapan penetapan Tahun Ajaran Baru, Bupati Karanganyar Juliyatmono menegaskan bahwa itu mutlak wewenang Kemendiknas.

Untuk itu pihaknya pro aktif jemput bola lakukan koordinasi dengan Pemprov Jateng guna segera diambil langkah selanjutnya mengingat biasanya juklak juknis sangat detail.

Namun sambil menunggu keputusan jadwal tersebut, Pemkab Karanganyar lakukan langkah inovasi dengan tetap akan menggelar uji coba  hadapi Pra Tahun Ajaran Baru.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menegaskan saat ini harus dilalukan sistem baru pra masuk sekolah yakni uji coba terlebih dulu.

Uji coba ini berfungsi penting karena sebagai upaya sosialisasi dini kepada sekolah tentang perilaku yang harus dilakukan para murid dan guru jika nanti Tahun Ajaran Baru benar-benar sudah dimulai.

"Justru inilah inovasi pemkab dengan strategi sedia payung sebelum hujan melalui ujicoba sekolah bergilir, sehingga saatnya nanti murid guru dan semua yang terlibat tidak gagap dengan tatanan baru hadapi Covid 19," Kata Juliyatmono kepada hariankota.com, Jumat (29/5/2020).

Dengan demikian sekolah murid dan guru tidak harus stagnan menunggu saja, tapi justru berbuat apa yang bisa diperbuat untuk kesiapan menyambut Tahun Ajaran Baru dari Kemendiknas.

"Jadwalnya Tahun Ajaran Baru kan pastinya belum tahu maka kita siapkan teknik untuk bekal murid dan guru melalui uji coba masuk sekolah bergilir" ujarnya.

Adapun kapan uji coba sekolah bergilir dilakukan, Pemkab Karanganyar intens lakukan kordinasi dengan Pemprov Jateng dan Kemendiknas.

 "Target kami segera mungkin bisa digelar karena waktu sudah mepet, namun apapun itu kami harus menunggu juklak juknis uji coba sekolah bergilir" lanjutnya.

Diketahui Kemendiknas tengah menggodog jadwal Tahun Ajaran Baru apakah tetap Juli ini atau mundur hingga awal tahun seperti banyak kontroversial yang terjadi.

Kajian evaluasi jadwal itu terjadi seiring perkembangan wabah virus Covid 19. Banyak tokoh nasional menyarankan Tahun Ajaran Baru mundur saja awal tahun karena Covid 19 masih mengancam sehingga berisiko tinggi jika sekolah kembali dibuka.

Bahkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI juga menyarankan hal serupa.


Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Jumali

Share this Article :