Rekomendasi

Hari Buruh Tanpa Demo, Polisi Beri Bantuan Sembako

Jumat, 01 Mei 2020 : 15.06
Published by Hariankota

SUKOHARJO- Peringatan hari buruh tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Ditengah pandemi virus korona (Covid-19) dan ancaman gelombang PHK, tidak ada aksi buruh turun ke jalan berunjuk rasa.

Sebagai gantinya, Polda Jateng dan Polres Sukoharjo bersama Forum Peduli Buruh (FPB) Sukoharjo menggelar aksi sosial memberi bantuan sembako dan uang lauk pauk kepada buruh yang di PHK dan yang dirumahkan akibat wabah Covid-19.

"Pemberian bantuan merupakan bentuk kepedulian kami kepada sedulur - sedulur buruh yang di PHK dan yang dirumahkan," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas kepada hariankota.com, Jum'at (1/5/2020).

Menurut Bambang aksi sosial memperingati hari buruh ini dilakukan serentak oleh jajaran Polda Jateng. Di Sukoharjo pembagian sembako dilakukan dengan cara 'door to door' sesuai protokol kesehatan hingga tingkat jajaran Polsek.

"Harapan kami, bantuan ini bisa meringankan beban hidup para pekerja yang sekarang dirumahkan atau yang di PHK," imbuh Bambang yang turun menyerahkan sembako bersama Karorena Polda Jateng Kombes Pol Revindo.

Ketua FPB Sukoharjo Sukarno dalam kegiatan ini mengungkap, dampak Covid-19 telah mengakibatkan sekira 1.000 buruh dari berbagai sektor industri di Sukoharjo terkena PHK. Yang paling terdampak adalah industri tekstil dan furniture.

"Oleh karena itu, kami berharap kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah agar bisa segera membuat program atau kebijakan supaya teman - teman yang di PHK maupun yang dirumahkan bisa kembali bekerja," tegasnya.

Mewakili sesama buruh, Sukarno yang juga Ketua Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) Sukoharjo ini juga meminta kepada wakil rakyat di DPR RI untuk memperjuangkan menolak Omnibuslaw atau UU Sapu Jagat yang merugikan pekerja.

"Kami menolak Omnibuslaw yang jelas merugikan pekerja, diantaranya karena tidak adanya sanksi pidana bagi perusahaan yang melanggar aturan, jam lembur yang eksploitatif, dan terhapusnya ketentuan upah minimum," pungkasnya.
 

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :