Rekomendasi

Kasus Covid-19 Sukoharjo Tertinggi se Solo Raya, Ini Kata Legislator

Sabtu, 30 Mei 2020 : 16.43
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Masih tingginya angka penularan Covid-19 di Sukoharjo bahkan tertinggi di Solo Raya, mengundang keprihatinan banyak pihak ditengah sosialisai rencana penerapan tatanan kehidupan baru atau new normal.

Sebagai daerah yang berada di segitiga persimpangan antara Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta, Sukoharjo menjadi persinggahan para pendatang maupun yang menetap dalam jangka waktu tertentu tanpa bisa dikontrol.

Hal itu dikatakan Ketua Fraksi PAN DPRD Sukoharjo, Sunoto kepada hariankota.com disela mengikuti rapid test massal di salah satu pusat perbelanjaan modern yang berada di wilayah Kecamatan Kartasura, Sabtu (30/5/2020).

"Selain itu, masyarakat sendiri juga kurang peduli. Itu saya lihat sendiri, bahkan saya juga menegur. Mereka ini tidak sadar dengan apa yang telah dianjurkan pemerintah daerah tentang standar minimal (protokol kesehatan) yang harus dilakukan," tuturnya.

Temuan ketidakpatuhan tentang pentingnya jaga jarak, dan menggunakan masker ini menurut Sunoto, pelakunya bukan hanya masyarakat biasa, tapi juga ada dari lingkungan aparatur pemerintahan.

"Kemarin pas saya salat Ied disebuah masjid, saya menegur dua orang, bahkan ada perangkat desa yang tidak mau pakai masker. Hal- hal semacam inilah, bisa jadi merupakan salah satu pemicu kasus Covid-19 di Sukoharjo masih tinggi," ujarnya.

Yang terpenting sekarang, kata Sunoto, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo harus memaksimalkan kinerjanya dalam upaya pencegahan dan penularan Covid-19. Diantaranya melakukan rapid test massal di pusat - pusat keramaian.

"Kalau untuk wilayah tertentu, saya rasa upaya yang dilakukan sudah baik. Di Kartasura, Camat dan Danramil serta Kapolsek saya lihat sering patroli tiap malam mengingatkan pengelola pusat perbelanjaan maupun tempat keramaian lain, agar tutup tidak larut malam," pungkasnya.


Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :