Rekomendasi

Langgar Aturan, Menerbangkan Balon Udara Liar Terancam Pidana

Rabu, 27 Mei 2020 : 13.24
Published by Hariankota
BOYOLALI - Sejumlah balon udara dilaporkan jatuh di berbagai titik di Jawa Tengah (Jateng) dan DI Yogyakarta (DIY). Pelepasan balon udara yang dinilai liar itu telah membahayakan aktivitas penerbangan diwilayah udara pulau Jawa.

Lanud Adi Soemarmo Boyolali dan AirNav Indonesia Cabang Solo mengingatkan agar penerbangan balon udara liar yang diketahui merupakan kegiatan tradisi warga untuk merayakan Idulfitri itu tidak sembarangan dilakukan.

Komandan Lanud Adi Soemarmo Kolonel Pnb Adrian P. Damanik mengatakan, menerbangkan balon udara liar melanggar UU No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan dan Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PPKS 101) tentang larangan menerbangkan balon udara di MCA atau Millitary Controlled Airspace.

"Dalam UU itu disebutkan, penerbangan balon udara liar dapat dikenai sanksi pidana. Yakni, penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta," kata Adrian kepada hariankota.com saat jumpa pers di Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Rabu (27/5/2020).

Ia pun menjelaskan, balon udara liar sangat membahayakan bagi penerbangan pesawat. Jika material balon tersangkut di pesawat maka bisa mempengaruhi kendali pilot yang akibatnya bisa fatal.

"Tersangkut di sayap, ekor, dan flight control rudder, elevator dan aileron. Balon udara bisa saja masuk ke dalam mesin pesawat. Bisa saja menutupi penglihatan pilot dan menyebabkan informasi ketinggian dan kecepatan tidak akurat,"tuturnya.

Seiring temuan sejumlah balon udara liar itu, AirNav Indonesia juga telah memberikan peringatan kepada pilot untuk mewaspadai gangguan balon udara liar melalui penerbitan notice to airmen (Notam) No. A1165/20.

General Manager AirNav Indonesia Cabang Solo, Deny Purwo Haryanto mengatakan, pihaknya terus memberikan informasi terkini kepada stakeholder penerbangan terkait dengan kondisi terakhir di ruang udara yang terpantau terdapat balon udara liar.

"Kami memperingatkan agar para pilot yang melewati area ruang udara tersebut berhati-hati. Ketinggian balon udara liar diperkirakan mulai dari 0 - 28.000 kaki dengan arah dan kecepatan terbang yang tidak diketahui,” ujarnya.

Membuat dan menerbangkan balon udara, menurutnya tidak ada larangan sepanjang memenuhi regulasi dan ketentuan lain yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018.

"Silahkan saja masyarakat membuat balon udara, tapi tolong juga diperhatikan aturan - aturannya. Perlu diketahui, langit udara pulau Jawa merupakan jalur penerbangan terpadat didunia. Salah satu contohnya penerbangan yang menuju ke Australia," tandas Deny.

Seperti diberitakan, selama dua hari Minggu dan Senin (24-25/5/2020) kemarin, warga Jateng dan DIY yang tengah merayakan Idulfitri ditengah pandemi korona (Covid-19) dikejutkan dengan penampakan balon udara terbang liar di langit. 

Diantara balon udara itu bahkan dilaporkan jatuh di sejumlah titik, yaitu di Kabupaten Gunungkidul DIY berukuran diameter 5 meter, di area Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang dengan ukuran 4,7 meter, dan di pemukiman warga Kabupaten Klaten dengan ukuran sekira 3 meter.

Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :