Rekomendasi

Latihan Pemulasaran Jenazah Covid-19, Cegah kepanikan

Selasa, 12 Mei 2020 : 19.17
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Kasus penolakan jenazah pasien terjangkit virus korona (Covid-19) di sejumlah daerah di Indonesia beberapa waktu lalu, telah memantik keprihatinan banyak kalangan.

Penolakan diduga karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang prosedur penanganan jenazah pasien Covid-19. Mereka cemas berlebihan, dan ujungnya mengambil sikap anti sosial.

Sebagai langkah antisipasi, Muhammadiyah Covid-19 Command Center ( MCCC ) Sukoharjo turut menyiapkan relawan mobilisasi dan pemulasaran jenazah pasien Covid-19 dengan memberi pelatihan tata cara penanganannya.

Jenazah pasien korona tidak akan menularkan virus bila ditangani secara prosedur dan aman sesuai standar yang telah diterbitkan World Health Organisation (WHO).

Pantauan hariankota.com, sedikitnya 23 relawan dari KOKAM Pemuda Muhammadiyah Sukoharjo mengikuti pelatihan ini yang berlangsung kurang sekira 2 jam di Aula Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sukoharjo, Selasa (12/5/2020).

Dalam pelatihan itu, terlihat para petugas menggunakan alat pelindung diri (APD). Seperti sarung tangan, masker, baju sekali pakai, pelindung mata, celemek karet (apron) dan sepatu tertutup tahan air.

Wakil Ketua MCCC Sukoharjo, Indarto, mewakili Ketua MCCC Sukoharjo mengatakan, bahwa pelatihan ini merupakan program untuk memberikan bekal kepada para relawan.

“Kegiatan ini adalah salah satu program memberikan bekal kepada relawan untuk memobilisasi jenazah Covid-19 apabila nanti ada yang meninggal dunia. Pelatihan sesuai protokol kemananan agar tidak takut berlebihan,“ katanya.

Adapun peragaan materi praktek pemulasaran jenazah Covid-19 disampaikan tim Covid-19 dari RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo dimulai dari persiapan kain kafan dan plastik, membungkus dan mentayamumkan jenazah, memasukkan ke peti sampai pemakaman, dan pelepasan APD.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :