Rekomendasi

Lawan #IndonesiaTerserah, Komrel Sukoharjo Beri Semangat Nakes Jangan Menyerah

Minggu, 31 Mei 2020 : 18.27
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Ramai tagar (#) Indonesia Terserah yang diduga merupakan bentuk kekecewaan tenaga kesehatan (nakes) kepada masyarakat karena mengabaikan protokol kesehatan dalam memutus penyebaran Covid-19, menggugah simpati Komunitas Relawan (Komrel) Sukoharjo.

Dibagi dua kelompok, mereka datang memberi penghormatan dan dukungan moral kepada nakes di lima rumah sakit, yakni RS UNS, RS dr Oen, RS Nirmala Suri, RSUD Soekarno, RS Indriati dan satu rumah sehat OTG Covid-19 yang menempati Barak Dalmas Polres Sukoharjo.

"Ini merupakan respon kami atas munculnya #IndonesiaTerserah. Jadi kami memberikan support kepada beliau- beliau nakes dan pasien untuk terus berjuang melawan Covid-19," kata koordinator kelompok 2, Joko Raharjo saat ditemui hariankota.com disela aksi, Minggu (31/5/2020).

Sebagai garda terdepan kesehatan dalam melawan wabah, nakes diharapkan tidak menyerah melihat masih banyaknya perilaku masyarakat tak paham tentang pentingnya jaga jarak (physical distancing), cuci tangan, dan menggunakan masker.

"Kami sebagai relawan kemanusian, sebenarnya juga sama - sama berjuang. Bedanya kalau kami di kebencanaan, sedangkan beliau - beliau ini bidangnya adalah kesehatan," sebut Joko.

Beberapa anggota Komrel Sukoharjo yang ikut dalam aksi simpati ini disebutkan, ada sekira 47 kelompok. Diantaranya dari PMI, Tagana, MTA, SJC, Bayangkara, Rescue 79, Relaksa, IOF, Sumringah, KRI, Bamas, Onsight, Magana, dan SAR Sukoharjo.

"Selama Covid-19, kami juga rutin melakukan kegiatan kemanusian berupa penyemprotan disinfektan keliling, membagikan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat," jelas Joko relawan dari kelompok Relaksa. 
Menanggapi aksi dukungan moral ini, salah satu nakes, dr Yasin dari RS UNS mewakili seluruh rekan - rekannya mengaku mendapat surprise, dan sangat mengapresiasi kedatangan anggota Komrel Sukoharjo.

"Ini merupakan sebuah bentuk dukungan kepada kami. Menegaskan bahwa kami sebenarnya tidak sendirian. Memang banyak dari elemen masyarakat sendiri juga antusias bersama untuk memerangi Covid-19," tuturnya.

Diakui Yasin, selama ini sebagai manusia biasa terkadang juga muncul perasaan jenuh saat bertugas menghadapi situasi dalam waktu lama dan belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

"Karena semua orang pasti memiliki titik jenuh, kami pun juga ada titik jenuhnya. Ini karena melihat fenomena kesadaran masyarakat yang masih kurang hingga akhirnya muncul tagar tersebut," ujar pria yang bertugas di IGD ini.

Dengan adanya dukungan moral, salah satunya ditunjukan oleh Komrel Sukoharjo, maka Yasin memaknai telah ada keseriusan dari masyarakat untuk berbenah ikut membantu tugas nakes bersama - sama memerangi Covid-19.

"Tentunya peran masyarakat menjadi yang paling utama. Mereka itu kan sebenarnya adalah garda terdepan melawan Covid-19. Kalau garda terdepan dalam kesehatan ya kami - kami (nakes) ini," pungkasnya.


Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :