Rekomendasi

Muhammadiyah Ingatkan Bupati Karanganyar Jangan Jadikan Anak Sekolah Sebagai "Kelinci Percobaan"

Minggu, 31 Mei 2020 : 07.51
Published by Hariankota
KARANGANYAR- Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah PDM Karanganyar Samsuri menyatakan keberatan terhadap rencana Bupati Juliyatmono yang akan lakukan uji coba sekolah bergilir dengan  format tatap muka.

Alasannya kebijakan itu sungguh sangat berisiko fatal murid berpotensi mengancam nyawa karena secara faktual pertumbuhan wabah Covid 19 sepekan ini justru meningkat tajam.

Apalagi modus penyebaran Covid 19 kian variatif yakni mulai menyerang anak-anak usia diatas 7 Tahun. Dari 20 ribu orang terpapar corona sementara 840 orang diantaranya anak-anak.

"Mohon maaf kepada Bupati  Pak Bupati Karanganyar jujur saja Muhammadiyah keberatan dengan rencana uji coba sekolah bergilir tatap muka itu, risikonya ngeri dibanding manfaatnya" kata Samsuri disela acara Pelantikan Kepala Sekolah Online Sabtu (30/05/2020).

Samsuri menjelaskan meskipun  standar protokol kesehatan sudah dilakukan yakni pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak pada rencana uji coba sekolah itu , tapi dipastikan itu saja tidak cukup karena mengawasi anak sekolah terutama tingkat Sekolah Dasar SD itu tidak mudah yang dibayangkan.

Terutama perilaku anak SD diluar kelas yang mana secara naluriah mereka,suka berkumpul bahkan bersentuhan karena kesadaran akan bahaya Covid belum begitu menghayati. Alias pengetahuan anak masih terkalahkan dengan nafsunya.

Apalagi lanjut Samsuri jumlah siswa di sekolah Muhammadiyah banyak sehingga susah mengendalikan.

"Ini contoh saja Murid Madrasah Ibtidaiyah MI Muhammadiyah di Karanganyar kota jumlah murid dalam satu sekolahan saja sebanyak 1.300 orang. Kalau digilir dengan uji coba dua sessi pertemuan berarti per sessi 650 murid, kan berbahaya"  lanjutnya.

Menurut Samsuri memang bisa saja saat sekolah diawasi di dalam kelas, tapi begitu rampung keluar kelas maka naluri mereka berkumpul bersentuhan.

Namanya anak, lanjut Samsuri  bisa jadi mereka kangen lama tak bertemu terus larut bermain. "Inikan risiko jika terkena corona siapa yang rugi dan siapa bertanggung jawab..?"

Untuk itu dengan sangat hormat PDM  Karanganyar menyarankan Bupati Juliyatmono untuk lakukan evaluasi kembali rencana uji coba sekolah bergilir sistem tatap muka tersebut demi kebaikan semua warga Karanganyar.

"Nuwunsewu karena pertimbangan asas manfaat dan mudharat mbok sebaiknya Pak Bupati tinjau ulang" imbuhnya.

Sebab jika dipaksakan Samsuri khawatir para wali murid akan komplain ke sekolah-sekolah karena via medsos sudah terlihat jelas mayoritas wali murid ketakutan dengan uji coba tersebut.

Sementara itu Bupati Karanganyar  pada saat Sidak PKL di Taman Pancasila menegaskan uji coba itu dilakukan sebagai terobosan inovatif untuk mendorong kualitas pendidikan sekolah yang boleh dikata berjalan setengah..karrna dampak Covid 19.

Dan pihaknya tidak gegabah waton lakukan uji coba tanpa persiapan soft ware dan hard ware nya guna mengantisipasi risiko nya.

"Kami tidak asal uji coba tapi prosedurnya bagaimana detailnya kami tetap kordinasi menunggu juklak juknis dari Dinas Pendidikan Provonsi Jateng dan dari Kemendiknas pusat" tegasnya.

Untuk itu bupati menghimbau agar masyarakat berprasangka baik tanpa kekhawatiran berlebihan.

Bupati tetap mengagendakan program uji coba sekolah bergilir sistem tatap muka. "Program ini tetap berjalan ndak ada masalah tapi kami tetap selalu kordinasi" lanjutnya.


Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Kadek Arya Wiguna

Share this Article :