Rekomendasi

Panen Dukungan, Petisi Pembuatan Memorabilia Didi Kempot di Stasiun Balapan Solo

Minggu, 10 Mei 2020 : 19.03
Published by Hariankota
SOLO - Sebuah petisi untuk mengenang Didi Kempot agar dibuatkan patung atau memorabilia di Stasiun Balapan Solo diunggah di laman change.org "Dukung Pendirian Patung/Memorabilia Didi Kempot Di Stasiun Balapan Solo!".

Pantauan hariankota.com, Minggu (10/5/2020), petisi yang dibuat oleh seseorang menggunakan nama Hanindha Cholandha ini ditujukan kepada, PT KAI, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Sejak diunggah Selasa (5/5/2020) lalu, atau sesaat setelah Didi Kempot meninggal dunia, dukungan terhadap petisi terus mengalir hingga hampir mencapai target, yakni 22,832 dari 25,000 dukungan yang diharapkan.

Disebutkan, bentuk memorabilia bisa apa saja, patung, prasasti lirik lagu Stasiun Balapan, atau apapun.Tujuannya untuk mengingatkan bahwa secara tidak langsung Didi Kempot telah memperkenalkan Kota Solo dan Stasiun Balapan kepada khalayak.
Menanggapi petisi tersebut, FX Hadi Rudyatmo mengaku tidak 
mempermasalahkan. 

Ia bisa memaklumi mengingat almarhum Didi Kempot yang dijuluki penggemarnya The Godfather Of Brokenheart ini merupakan sebuah anugerah di blantika musik Indonesia.

"Boleh, kalau monumen lokal gampang, bisa di Stasiun Solo Balapan, bisa di Terminal Tirtonadi. Tapi ini tidak lokal, anugerah (monumen) mestinya nasional, kami (akan) mengirim surat ke Menteri Sosial supaya ada anugerah kepada Didi Kempot," kata Rudy.

Diungkapkan Rudy, sebenarnya tanpa ada petisi pun, Pemkot Solo juga tengah memikirkan sebuah penghargaan untuk penyanyi yang memiliki penggemar fanatik dengan sebutan Sobat Ambyar ini.

"Tidak usah pakai petisi, kami sudah berpikir ke sana. Kalau dibuatkan monumen Mas Didi Kempot di sana (Stasiun Balapan-Red) harus buat rancangan dulu," ujarnya.

Meski begitu, Rudy tak mau gegabah menentukan lokasi penempatan monumen penghargaan untuk Didi Kempot. Ia berjanji akan membicarakannya terlebih dulu dengan para tokoh dan seniman.

"Di Stasiun Balapan boleh, di Terminal Tirtonadi bisa atau di Taman Tirtonadi, di Jurug juga bisa karena juga pernah dinyanyikan," pungkasnya.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :