Rekomendasi

Pelonggaran Penerbangan Bersyarat, Bandara Adi Soemarmo Sepi Pergerakan Penumpang

Selasa, 12 Mei 2020 : 16.02
Published by Hariankota
BOYOLALI - Angka pergerakan penumpang di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali belum menunjukkan geliat yang berarti setelah kembali dibuka untuk penerbangan komersial bersyarat ditengah pandemi korona (Covid-19).

Sejak Menteri Perhubungan (Menhub) mengijinkan moda transportasi beroperasi kembali dengan ketentuan khusus, tercatat Bandara Adi Soemarmo baru ada pemberangkatan penerbangan, Minggu (10/5/2020) lalu, yakni City Link tujuan Jakarta dengan hanya membawa satu penumpang.

Berikutnya pada hari Senin (11/5/2020), juga hanya ada satu penerbangan dari maskapai yang sama dengan membawa lima penumpang. Tujuannya juga sama, yakni Jakarta.

"Sejak dibuka kembali, memang belum banyak pesawat yang landing maupun take off. Terhitung dari kemarin baru ada City Link, dan hari ini ada penerbangan Batik Air dengan 50 penumpang tujuan Jakarta. Sehari baru satu penerbangan," kata Humas Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Danar Dewi  kepada hariankota.com, Selasa (12/5/2020).

Menyesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19 tentang physical distancing, disebutkan Danar tempat duduk penumpang didalam kabin pesawat juga sudah diatur sedemikian rupa agar tak saling berdekatan.

"Calon penumpang datang di bandara 3 jam sebelum penerbangan, kemudian menunjukkan atau menyerahkan dokumen - dokumen yang dibutuhkan, salah satunya pernyataan bebas Covid-19, dilanjut pemeriksaan dari KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan)," terangnya.


Syarat pernyataan bebas Covid-19 berdasarkan rapid test atau test swap ini menjadi ketentuan yang tidak bisa ditawar dengan pengganti berupa surat keterangan sehat dari dokter maupun puskesmas. Oleh karenanya di bandara Adisoemarno juga ada layanan rapid test berbayar bagi calon penumpang.

"Apabila seluruh prosedur tersebut sudah dijalani dan calon penumpang dinyatakan memenuhi syarat, maka selanjutnya baru boleh melakukan check in ke dalam bandara," imbuhnya.

Diketahui, Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No. 4/2020, tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penangangan Covid-19, yang harus dipatuhi semua penumpang seluruh moda transportasi.

Calon penumpang yang akan melakukan perjalanan wajib menunjukkan surat tugas yang ditandatangani minimal pejabat eselon II, direksi/kepala kantor, atau surat pernyataan yang ditandatangani di atas meterai oleh lurah/kepala desa, serta menunjukkan surat keterangan hasil tes negatif Covid-19. 

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :