Rekomendasi

Sukoharjo Masih KLB, Butuh Persiapan New Normal

Kamis, 28 Mei 2020 : 19.36
Published by Hariankota
SUKOHARJO – Pemerintah bakal menjalankan kebijakan tatanan kehidupan baru alias new normal untuk mengantisipasi resesi ekonomi di tengah pandemi wabah korona (Covid-19) yang kurvanya di banyak daerah belum melandai.

Meski tak masuk dalam daftar 25 daerah dari 4 provinsi yang dipersiapkan pemerintah pusat, di Sukoharjo, jajaran Polres Sukoharjo dan Kodim 0726 Sukoharjo telah mulai melakukan sosialisasi dan persiapan menuju new normal.

Pantauan hariankota.com, sosialisasi dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan rapid test massal yang digelar Gugus Tugas Covid-19 Sukoharjo di pasar tradisional, pusat perbelanjaan modern, dan tempat aktivitas keramaian lainnya.

“Pasar merupakan pusat aktivitas masyarakat sehingga kedisiplinan pedagang dan pengunjung dalam menjalankan protokol kesehatan harus dijaga,” kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas saat di Pasar Nguter, Sukoharjo, Kamis (28/5/2020).

Dalam hal sosialisai persiapan new normal di tempat aktivitas ekonomi, Kapolres menekankan pentingnya kesadaran tinggi masyarakat, yaitu antara pedagang dan pengunjung wajib patuh mengikuti protokol kesehatan.

"Antara lain rajin cuti tangan dengan sabun, jaga jarak, dan wajib mengenakan masker. Kedisiplinan ini sangat penting sebagai upaya memutus rantai penularan Covid-19," ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Bejo Raharjo mengatakan, dilihat dari sisi kasus Covid-19 di Sukoharjo yang masih tinggi, untuk saat ini masih riskan jika diterapkan new normal.

"Ini dari sisi kasus (Covid-19) lho. Selain itu, KLB (Kejadian Luar Biasa) di Sukoharjo kan diperpanjang. Tapi kalau memang masyarakat menginginkan new normal, ya tolong dipatuhi protokol kesehatan. New normal itu ada dua sisi, kesehatan dan kepatuhan masyarakat," tuturnya.

Menurut Bejo, tingginya angka kasus Covid-19 di Sukoharjo dari data yang diperoleh lebih banyak disumbang oleh pelaku perjalanan dari luar daerah, khususnya dari kluster Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Saat ini (kluster Gowa) penularannya sudah sampai antar keluarga, ini yang memang perlu kami waspadai. Selain itu juga ada kluster nakes (Tenaga Kesehatan) yang bekerja diluar Sukoharjo. Sedangkan untuk pemudik hanya berhenti pada pemudik itu sendiri, belum sampai menular ke lainnya," imbuhnya.    

Seperti diketahui, rencananya akan ada lima tahapan dalam kebijakan new normal. Yakni, mulai dibukanya sektor bisnis dan industri, pasar dan mall, sekolah, tempat kebudayaan, restoran dan tempat ibadah, disusul beroperasinya seluruh kegiatan ekonomi secara normal.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :