Rekomendasi

Terdampak Korona, Koleksi Jurug Solo Zoo Terancam Mati Kelaparan

Jumat, 15 Mei 2020 : 15.57
Published by Hariankota
SOLO - Nasib malang menimpa binatang penghuni Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau Jurug Solo Zoo. Sejak ditutup sementara waktu akibat pandemi virus korona (Covid-19), manajemen kesulitan memenuhi kebutuhan pakan.

Jika tak ada bantuan pendanaan, dikhawatirkan akan berimbas pada kelangsungan hidup seluruh binatang yang ada didalamnya. Bisa jadi mereka akan mati kelaparan.

Pantauan hariankota.com, sebagai Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD), saat ini TSTJ sangat membutuhkan uluran bantuan dari masyarakat, mengingat tidak ada lagi pemasukan sedikitpun.

Direktur Perusda (Perusahaan Daerah) TSTJ Bimo Wahyu Widodo menyebut, untuk memenuhi kebutuhan pakan binatang setiap hari minimal butuh anggaran Rp 1 juta lebih.

“Buat pakan macan minimal setiap harinya harus membeli daging di atas 10 kg. Sehari kan makan minimal dua kali. Ada tiga ekor. Belum lagi buaya, dan kera, burung dan lainnya,” katanya, Jum'at(15/5/2020).

Menurutnya, sejak bentuk lembaga TSTJ menjadi Perusda, pihaknya tidak lagi memperoleh anggaran tetap melalui APBD Kota Solo. Terpaksa pintu donasi dibuka sebagai upaya penyelamatan sambil menunggu kembali beroperasi.

"Sembari menunggu loket dibuka, saat ini kami terus berupaya mencari donatur yang ingin menyumbangkan dananya untuk membeli pakan binatang koleksi TSTJ," ujarnya.

Bimo mengungkapkan, penutupan operasional kebun binatang kebanggaan warga Solo ini mulai bulan Maret lalu, seiring penetapan KLB wabah korona di Kota Solo. Sejak itu, praktis tidak ada pemasukan dari penggunjung.

"Kami "njagakke" ( berharap-Red) partisipasi warga masyarakat yang menyumbang sebagai donatur. Kami terbuka dalam menyampaikan laporan ke publik. Monggo kalau ingin menyumbang.” pungkasnya.


Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :