Rekomendasi

Ziarah Sepi, Jasa Pembersih Makam Tak Dapat Rejeki

Selasa, 26 Mei 2020 : 18.43
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Selain saling bersilaturahmi, ziarah kubur tiap perayaan Idulfitri sekarang ini juga terlihat sepi. Berbeda dengan tahun sebelumnya. Adanya larangan mudik ditengah pandemi korona (Covid-19) diduga jadi biang penyebabnya. Banyak warga penjual jasa pembersih makam menganggur.

Salah satunya Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pracimalayo yang dikelola Pemkot Solo namun berlokasi di Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Lebaran kali ini jumlah peziarah yang datang turun drastis.

 "Nggak ada pemudik makam jadi sepi. Biasanya mereka yang datang dari perantauan, tiap habis salat Ied datang berdoa. Tapi sekarang kondisinya sangat jauh berbeda," kata Winarno (45), warga Dukuh Windan, Makamhaji yang sehari - hari menggantungkan hidup di TPU Pracimaloyo.

Tak dipungkiri, ziarah kubur yang menjadi tradisi tiap Lebaran adalah saat yang ditunggu-tunggu penjual jasa di makam. Adanya pendemi korona dan sebagian daerah menerapkan PSBB dengan aturan tidak membolehkan aktivitas mudik, maka tahun ini TPU Pracimaloyo lenggang dari aktivitas ziarah.

 "Yang datang ziarah bisa dihitung dengan jari. Beda dengan tahun-tahun sebelumnya, makam penuh sesak peziarah," kata Winarno yang juga memiliki usaha menjual kebutuhan pemakaman bernama Solo Kidjing kepada hariankota.com, Selasa (26/5/2020).

Menurutnya, ada sekira 150 warga sekitar TPU Pracimaloyo. Dari remaja hingga orang dewasa, tiap lebaran mengais rejeki dari jasa membersihkan makam. Mereka biasanya mendapat imbalan dari peziarah atas jasanya dengan nominal bermacam-macam. Tergantung kedermawanan para peziarah.

 "Ada yang ngasih Rp10.000 ada yang Rp20.000. Tapi sekarang gara-gara pagebluk korona, semua susah. Kalaupun ada hanya satu dua. Padahal tahun sebelumnya rata - rata sehari selama musim ziarah lebaran bisa dapat Rp 250 ribu," tuturnya.

Jasa pembersih makam, modalnya hanya sapu, sabit pemotong rumput dan ember kecil buat tempat air untuk menyiram tanah di atas gundukan makam yang baru dibersihkan supaya kelihatan segar.

Mereka pola kerjanya keroyokan berdasarkan kelompok. Namun jika saat Lebaran, terkadang ada peziarah yang kelewat dermawan, sehingga yang dikasih uang tidak hanya yang bekerja membersihkan makam, tapi yang tidak ikut pun juga diberi.

Juru Kunci TPU Pracimaloyo, Wahyudi Agung P, mengakui tidak adanya pemudik berimbas pada berkurangnya jumlah peziarah yang datang berdo'a dimakam. Menurutnya, turunnya sangat signifikan.

"Biasanya yang ziarah itu kebanyakan dari luar kota. Lha ini karena ada pandemi, selama tiga hari Lebaran jumlahnya turun drastis hampir 85%. Tapi untuk pemakaman masih berjalan normal seperti biasa," ungkapnya.

Perlu diketahui, TPU Pracimaloyo merupakan satu dari empat TPU besar yang dikelola Pemkot Solo. Beberapa tokoh yang sudah meninggal ada yang dimakamkan disini, seperti maestro keroncong Gesang pencipta lagu Bengawan Solo,  dan ulama besar yang juga dikenal sebagai waliyullah, yakni KH Ahmad Siradj.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :