Rekomendasi

Aksi Bakar Ban Warnai Unjukrasa Mahasiswa UNIBA

Selasa, 30 Juni 2020 : 14.21
Published by Hariankota
SOLO -  Ratusan massa terdiri  mahasiswa, dosen, dan karyawan Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta melakukan unjuk rasa dengan membakar ban bekas di halaman kampus setempat di jalan  Agus Salim, Sondakan, Laweyan, Solo, Selasa (30/6/2020).

Mereka menuntut tanggung jawab dan janji Yayasan Perguruan Tinggi Batik (YAPERTIB), diantaranya tentang pemangkasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan SPP selama tidak ada perkuliahan tatap muka akibat Covid-19, serta menuntut agar kesejahteraan para dosen dan karyawan diperhatikan.

Ditemui hariankota.com ditengah aksi, koordinator lapangan unjukrasa Aliansi Mahasiswa UNIBA, Dian Wahyuningsih menyatakan, ada 10  tuntutan mahasiswa terkait janji - janji yayasan yang hingga kini sama sekali belum ada realisasinya

“Diantaranya,  kami meminta pemangkasan UKT dan SPP itu,” kata mahasiswa UNIBA semester VIII ini.

Menurutnya, sejak ia masuk menjadi salah satu mahasiswa di UNIBA, yayasan tidak pernah transparan tentang tata kelola kampus, diantaranya keuangan dan perumusan kebijakan yang ada di UNIBA.

"Yayasan tidak memberikan dukungan penuh kepada segala aspek pengembangan potensi yang ada untuk mahasiswa dan organisasi mahasiswa," tuturnya.

Tak hanya itu, dalam aksi yang mendapat pengawalan aparat kepolisian dari luar pagar kampus ini, mahasiswa juga menuntut realisasi subsidi pulsa selama pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam jaringan (daring) pada kondisi pandemi Covid-19.

Setelah beberapa waktu unjuk rasa berjalan, sejumlah perwakilan mahasiswa dan YAPERTIB kemudian melakukan diskusi terbuka dengan disaksikan oleh rektorat dan mahasiswa peserta unjuk rasa. Beberapa kesepakatan pun dihasilkan dengan ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Dari hasil diskusi, mahasiswa akan dilibatkan dalam rapat anggaran sebagai bentuk transparansi tata kelola universitas. Dan aspirasi yang menjadi  tuntutan akan dipenuhi oleh pihak YAPERTIB dengan batas waktu maksimal tanggal 1 September 2020 mendatang.

Diantara 10  tuntutan, pihak yayasan berjanji akan melakukan pemangkasan UKT. Bentuknya disebutkan akan diberikan cashback maksimal sebesar 10% untuk setiap UKT yang dibayar lunas.


Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :