Rekomendasi

Berebut Murid, Sekolah Muhammadiyah di Karanganyar Loby Door to Door

Rabu, 24 Juni 2020 : 09.30
Published by Hariankota
KARANGANYAR-Sejumlah sekolah swasta di Karanganyar, sudah pasang jaring membidik calon siswa karena ketatnya persaingan.

Bahkan sekolah swasta lebih dulu membuka pendaftaran siswa untuk gelombang pertama meskipun saat yang sama tahap Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB tahun ajaran 2020-2021 untuk sekolah negeri sedang berlangsung.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah PDM Kabupaten Karanganyar Samsuri mengatakan memang seru kompetisi sekolah swasta berebut murid.

Serunya persaingan ini dipicu situasi Covid 19 membuat ruang gerak pengelola sekolah terbatas merekrut calon murid baru.

Selain faktor Covid, sistem PPDB online juga menjadi tantangan bagi sekolah Muhammadiyah untuk lakukan perekrutan dengan sisyem door to door datangi ke rumah masing-masing calon siswa yang sudah dibidik untuk tawarkan service dan program unggulan sekolah.

Tak pelak  karena kerja keras membuat sekolah Muhammadiyah favorit yang sudah  penuh menuai hasil penuhi kuota muridnya serta menutup pendaftaran.

"Alhamdullilah karena kegigihan berkompetisi banyak  sekolah unggulan Muhammadiyah di Karanganyar sudah dapat murid penuh" ujarnya disela acara seleksi utusan peserta yang akan dikirim pada acara Muktamar 48 di Solo, kemarin (Selasa 23/06/2020).

Samsuri menjelaskan sebenarnya program door to door mencari murid itu juga riskan karena faktor Covid membuat tidak leluasa dan berisiko bag keselamatan jiwa, namun tetap dilakukan karena itu bagian dari tantangan.

Meski begitu lanjut Samsuri pihaknya optimis target  sekitar 30 ribu murid baru mulai dari sekolah  SD, SMP SMA,SMK termasuk sekolah TK dan PAUD.

Sementara itu jelang sehari PPDB SMA & SMK jumlah pendaftar untuk SMAN di Karanganyar mendekati kuota sebanyak 3.080 orang sementara untuk pendaftar SMK baru sebanyak 2.900 orang sedang kuotanya sebanyak 4.100 orang.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jateng Eris Yunianto mengatakan  PPDB SMA & SMK masih satu hari lagi.

"Secara umum jumlah pendaftar SMA SMK se Jateng biasanya membludag diatas kuota sekitar 194 ribu murid yang ditetapkan sehingga persaingan ketat" ujarnya.

Dengan begitu lanjut Eris pasca seleksi kemungkinan yang tidak lolos akan berpindah ke sekolah swasta.

Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Rahayuwati


Share this Article :