Rekomendasi

Dibubarkan Aparat, Karyawan PT Tyfountex Gagal Berunjuk Rasa

Kamis, 11 Juni 2020 : 15.30
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Tindakan tegas berupa pembubaran paksa dilakukan aparat gabungan Polisi, TNI dan Satpol PP terhadap ratusan karyawan PT Tyfountex Indonesia yang akan menggelar aksi unjuk rasa.

Aksi yang dilakukan di depan pabrik yang berada di jalan Slamet Riyadi, Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (11/6/2020) ini, tak urung membuat polisi harus menutup jalan guna menghindari kemacetan.

Pantauan hariankota.com, ratusan massa tersebut mulai berdatangan sekira 08.30 WIB. Mereka bersiap akan menggelar aksi dengan memasang spanduk tuntutan tepat di gerbang pintu masuk pabrik.

Tak berselang lama dari persiapan itu, aparat gabungan yang bersiaga sejak pagi di depan pabrik, meminta para karyawan yang akan berunjukrasa menuntut pembayaran gaji dan pesangon untuk membubarkan diri.

Sempat terjadi ketegangan saat petugas melalui pengeras suara meminta agar para pengunjukrasa tidak berkerumun di pinggir jalan. Sejumlah karyawan perempuan beberapa ada yang menggerutu saat dihalau oleh anggota Polres Sukoharjo dan Satpol PP Sukoharjo.

Namun begitu, oleh petugas melalui pengeras auara, para pengunjuk rasa tetap diminta meninggalkan lokasi untuk mencegah penularan wabah Covid-19 di Sukoharjo.

"Demi keamanan dan kesehatan bersama kami minta bapak - ibu membubarkan diri. Jangan berkerumun," seru Kapolsek Kartasura, Polres Sukoharjo AKP Dani Permana Putra melalui pengeras suara.

Salah satu karyawan peserta unjuk rasa, mengatakan, ia datang ke pabrik bersama rekan - rekannya yang lain ingin menuntut pertanggungjawaban pabrik tentang penyelesaian gaji.

"Kami ini mau menuntut hak yang belum diberikan oleh perusahaan, yakni gaji. Sejak dirumahkan April lalu, sampai sekarang belum diberikan," kata Sundari, (40), salah satu karyawan PT Tyfountex asal Klaten.

Selain tuntutan gaji, diantara peserta unjuk rasa juga ada yang sudah lama di PHK namun oleh perusahaan belum di beri pesangon.

Tak sampai satu jam,  massa akhirnya  dapat dibubarkan aparat gabungan. Pengunjuk rasa  berangsur - angsur mulai membubarkan diri meninggalkan lokasi,

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :