Rekomendasi

Imbas Korona, PA Sukoharjo Alami Lonjakan Pendaftaran Gugatan Cerai

Kamis, 25 Juni 2020 : 07.57
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Antrean pendaftaran gugatan cerai di kantor Posbakum Pengadilan Agama (PA) Sukoharjo mengalami peningkatan sejak dibukanya layanan jelang new normal. 

Hampir 80% didominasi kaum wanita yang mendaftarkan gugatan cerai.

"Kebanyakan didominasi gugatan cerai, yakni dari pihak istri yang mengajukan. Dan mereka rata - rata umurnya dibawah 30 tahun," kata Ketua PA Sukoharjo Muhammad Fauzi saat ditemui hariankota.com dikantornya, Rabu (24/6/2020).

Ia menuturkan, setelah sempat meliburkan layanan untuk beberapa waktu karena Sukoharjo menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) korona (Covid-19), rata - rata dalam satu hari ada 30 - 40 orang yang datang mendaftarkan gugatan cerai.

"Kami mulai membuka layanan sejak awal bulan ini. Diawal - awal yang mendaftar rata -rata ada 30 orang. Tapi semakin lama semakin banyak hingga sampai 40 orang,"ungkapnya.  

Pandemi Covid-19 rupanya telah mengakibatkan persoalan di berbagai sektor kehidupan. Bukan hanya ekonomi dan pendidikan, wabah ini pun ditenggarai juga jadi pemicu meningkatnya angka perceraian di Sukoharjo.

"Untuk jumlah keseluruhan yang terdaftar dalam bulan ini ada 990 perkara gugatan cerai. Kebanyakan karena alasan ekonomi, dan mayoritas pasangan muda. 

Kemungkinan mereka pada saat menikah belum cukup kuat mentalnya," ujar Fauzi.
Selain faktor ekonomi, menurut Fauzi beberapa juga ada yang mendaftarkan permohonan cerai talak, atau pihak suami berkedudukan menjadi pemohon dan isteri berkedudukan menjadi termohon.

"Ada juga yang karena faktor akhlaq. Nah, kalau sudah akhlaq biasanya merembet ke yang lain seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), poligami dan lainnya," pungkasnya.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :