Rekomendasi

Kisah Nenek Sumiyati, Hidup Sebatang Kara, Tiga Bulan Dirawat Anggota Satgas Yonif 411 Kostrad

Selasa, 16 Juni 2020 : 08.53
Published by Hariankota
JAKARTA - Anggota Satgas Pamtas Yonif MR 411/PDW Kostrad Pos Kout Sota merawat Nenek Sumiyati (57) yang hidup sebatang kara, selama 3 bulan di Jalur 2 B, Kampung Sota, Distrik Sota, Kabupaten Merauke pada Februari hingga awal Mei 2020. 

Hal tu sebagai wujud kepedulikan dan perhatian anggota Satgas Pamtas Yonif MR 411/PDW terhadap warga di wilayah binaan.

Hal tersebut diutarakan Dansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya, dalam keterangan tertulis dari Merauke, Papua, yang diterima hariankota.com di Jakarta, Senin (15/6/2020).

Dansatgas mengungkapkan, Nenek Sumiyati menerima kenyataan pahit dalam hidupnya. Pada 19 Februari 2020, ia harus kehilangan suami tercintanya almarhum Bapak Sudono (60) yang meninggal dunia karena sakit komplikasi.

Dansatgas melanjutkan, Nenek Sumiyati dan suaminya berasal dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Mereka merantau untuk mengadu nasib ke Merauke, Papua, sekitar 11 tahun lalu atau tepatnya pada 2009.

"Mbah Ompong panggilan akrab Nenek Sumiyati bersama almarhum masuk ke Kampung Sota sekitar tahun 2009 dan memiliki usaha warung. Namun, sejak dua tahun lalu almarhum suami dan Nenek Ompong mulai sakit-sakitan," ucapnya.

Sambung Rizky, dalam kondisi sakit dan tidak memiliki sanak saudara di Merauke, setelah sang suami meninggal membuat Nenek Sumiyati harus tinggal sebatang kara.

Melihat hal itu, lanjut Dansatgas, tetangga sekitar rumah dan personel Pos Kout Sota atas perintah Wadansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Ilham Datu Ramang, bersama-sama merawat, menjaga, dan memperhatikan kondisi kesehatan Mbah Ompong.

"Sekitar 3 bulan, sejak tanggal 20 Februari-1 Mei 2020 beberapa anggota Pos Kout atas perintah Wadansatgas turut merawat dan tinggal bersama Nenek Sumiyati yang menumpang di rumah milik orang," katanya.

Pratu Ali Ahmad Rifa'i dibantu 4 tim kesehatan secara bergantian menjaga dan merawat Mbah Ompong, mulai dari memandikan, menyuapi makan, menemani tinggal di rumahnya, serta mengajari Nenek Sumiyati belajar jalan secara perlahan.

"Sedangkan untuk makannya, sehari-hari hanya mengandalkan dari uluran tangan tetangga sekitar rumah," ujarnya.

Saat ini kondisi Nenek Sumiyati sudah berangsur membaik. Lanjut Rizky, menjelang purnatugas personel Pos Kout Sota dengan berat hati harus berpisah dan tidak bisa turut serta ikut merawat sang nenek lagi.

Namun, tanggung jawab mengurus Mbah Ompong tetap dilanjutkan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Sota Bripka Ibnu Abbas dan warga Jalur 2 B Kampung Sota.

"Meski warga yang merawatnya pun tidak hidup berlebih, setidaknya Nenek Ompong dikelilingi banyak orang yang peduli dan menemaninya di usia senja," tutur Abituren Akmil tahun 2003 tersebut.

Keadaan Nenek Sumiyati pun kini sudah dilaporkan kepada Dinas Sosial Merauke. Rencana ke depannya Bripka Ibnu Abbas bersama warga membantu mengantarkannya untuk bisa pulang ke kampung halaman di Kediri.

Reporter: Kadek Arya Wiguna
Penulis: Kadek Arya Wiguna
Editor: Jumali


Share this Article :