Rekomendasi

Kisah Penjagal Ular Kobra di Mojokerto Raih Keuntungan Puluhan Juta

Jumat, 19 Juni 2020 : 10.09
Published by Hariankota
MOJOKERTO - Bagi sebagian orang ular kobra dianggap suatu binatang yang menakutkan, mengingat binatang tersebut memiliki bisa yang membahayakan dan bisa membuat nyawa melayang.

Namun bagi Muhammad Arifin (43) tidak demikian. Warga Dusun Tunggul Moro, Desa Kutoporong, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto mengandalkan ular kobra sebagai matapencaharian sehari - hari. Dimana ia menjual empedu ular kobra yang diklaim mampu mengobati berbagai penyakit.

Cak Bulus - panggilan akrabnya, mendapatkan ular berbisa dari pemburu ular dari wilayah Mojokerto, Jombang dan Probolinggo dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per ekor.

"Biasanya empedu ular kobra dikonsumsi untuk jamu. Khasiatnya ya cukup banyak," kata Arifin saat ditemui di rumahnya, Jumat (18/6/2020).

Arifin memaparkan khasiat empedu dan darah ular kobra dipercaya bisa mengobati penyakit rematik, liver, ginjal, kencing manis, jantung lemah, asma, vitalitas pria dan banyak lagi.

Pria tiga anak itu menyembelih ular kobra di ruangan berukuran 2 x 2 meter yang berada di area belakang rumahnya. "Hanya empedu dan darah kobra yang banyak dibeli. Kalau kulit bisa dikeringkan dan dagingnya dibuang," jelasnya.

Biasanya, pembeli membeli empedu ular kobra dengan kondisi mentah atau sudah dalam keadaan kering.

"Saya jual satu empedu dengan harga Rp 25 ribu. Saya juga jual empedu kobra yang sudah kering ke Surabaya satu kilogram senilai Rp 10 juta. Pembelian dari Mojokerto, Malang dan Surabaya," tuturnya.

Arifin sudah menggeluti jagal ular kobra ini selama enam tahun terakhir. Ia dibantu tiga karyawannya menyembelih ular kobra untuk diambil empedunya.

"Saya menjalani pekerjaan ini sudah enam tahun. Awalnya saya ikut juragan di Krian, lalu saya membuka sendiri pekerjaan yang beresiko tinggi ini. Saat mengambil ular saya memakai sarung tangan, lalu kepala ular dipegang kemudian dipotong pakai gunting," bebernya.

Masih kata Arifin, jika konsumen yang tidak terbiasa mengonsumsi empedu mentah bisa meminum empedu kering dengan cara dimasukkan ke kapsul kosong.

"Empedu dijemur di bawah sinar matahari selama dua hari tapi jika di oven satu hari. Cara mengonsumsi bisa langsung dikonsumsi mentah dicampur dengan madu murni. Tapi bisa juga dikonsumsi yang kering dimasukkan ke kapsul kosong," tukasnya.

Arifin menyebut, dirinya pernah digigit ular kobra. Saat digigit, ia mengobati sendiri dengan cara menghisap darahnya memakai mulut lalu meminum empedu ular kobra.

"Setelah meminum empedu ular kobra saya juga menempelkan pusaka keris peninggalan kakek yang dulu juga pemburu ular," tegasnya.

Pria yang cukup nyentrik ini bisa meraup keuntungan mencapai Rp 20 juta dari bisnis jagal ular kobra, bekicot dan biawak.

"Sudah banyak yang sembuh, kebanyakan mereka yang mengeluh kurang lama saat berhubungan suami istri," pungkasnya.


Reporter: Miadaada
Penulis: Miadaada
Editor: Akbar Nugraha

Share this Article :