Rekomendasi

Muhammadiyah : Pancasila Sudah Final Jangan Coba Diutak-Utik Lagi

Senin, 15 Juni 2020 : 10.15
Published by Hariankota
KARANGANYAR-Seluruh pengurus Muhammadiyah dari Pimpinan Pusat PP hingga pengurus Ranting sepakat bulat menolak  Rancangan Undang-Undang RUU Haluan Ideologi Pancasila yang diindikasi bakal merubah ideologi negara.

Bagi Muhammadiyah, Pancasila itu sudah final sebagai ideologi bangsa karena didalamnya merupakan lem perekat bangsa yang mewadahi pikiran pokok bangsa ini.

Sehingga RUU HIP dianggap berbahaya dan akan mengancam keutuhan NKRI jika kapanpun itu sekarang mada datang dan kelak dikemudian hari jika ada yang hendak merubah pancasila.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah PDM Kabupaten Karanganyar Samsuri mengatakan dirinya meyakini semua pengurus muhammadiyah yang di daerah sepakat dengan Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah yang menolak RUU HIP.

" Penolakan itu sama dari pusat hingga daerah antara hanya saja bahasanya yang beda.

"PP Muhammadiyah menolak dengan bahasa halus yakni tidak ada urgensinya membahas merubah pancasila" tandasnya.

Samsuri menjelaskan pada Muktamar Muhammadiyah Di Makassar juga sudah dipertegas bahwa substansi Pancasila itu adalah  Darul Ahdi Wasahada.

Darul Ahdi penjabarannya adalah negara itu sudah merupakan kesepakatan bulat seluruh komponen bangsa ini yang mana penuh dengan sejarah ngeri tapi final.

Sedangkan Darul Sahadah adalah bagaimana tugas pokok negara ini menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia itu adalah negara beradad negara maju ditengah kemajemukan.

Sehingga sangat keliru besar jika saat zaman sudah maju tapi masih ada saja yang memperdebatkan berulah mau merubah pancasila.

Apalagi lanjut Samsuri ada upaya sistematis menyisipkan nilai-nilai komunisme pada upaya perubahan itu.

"Tahukah wahai semua rakyat Indonesia dari Sabang hingga Merauke bahwa sejak Pancasila  itu ditetapkan oleh Founding Fathers maka tugas bangsa ini adalah menunjukkan mempersaksikan pada dunia bahwa Indonesia itu negara baik maju dan sukses karena salah satunya kekuatan ideologi yakni pancasila" tegasnya.

Dijelaskan Samsuri menyikapi RUU HIP maka PP Muhammadiyah langsung berikan sikap tegas pertama menyatakan tidak ada alasan urgen untuk merubah pancasila. Selanjutnya PP Muhammadiyah terjunkan tim pengkaji RUU HIP yang didalamnya para pakar, hasil tim pengkaji akan diumumkan secara resmi oleh PP Muhammadiyah.

"Meski sikap resmi PP Muhammadiyah masih nanti tapi ingatlah dan buktikan saja ketika Islam sudah akan diusik ketuhanannya maka konsekwensinya amat fatal apalagi MUI juga sudah menolak.

"Benar memang Ummat Islam sudah diam hadapi tekanan akibat Covid 19, tapi jangan salah kharakter Islam akan tegas ganas saat ruh ketuhanan diusik. Buktikan saja nanti" ungkap Samsuri.

Sebagaimana diketahui pemerintah dan DPR akan merubah pancasila dengan mengajukan RUU HIP. Tak pelak umat islam Se Indonesia geram ancam bergerak jika RUU HIP nekad dipaksakan.

Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Gunadi

Share this Article :