Rekomendasi

New Normal, MI Karanganyar Serahkan 1.200 Raport Secara Manual Tatap Muka

Minggu, 21 Juni 2020 : 09.35
Published by Hariankota
KARANGANYAR-Memasuki seminggu sejak diberlakukannya new normal di Kabupaten Karanganyar, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Karanganyar gelar serah terima raport secara manual.

Kali ini diserahkan  sebanyak hampir 1.200 raport atau 1.200 siswa dari jumlah total 1.473 siswa dengan sistem manual tatap muka.

Namun untuk mengantisipasi bahaya Covid 19, MIM Karanganyar memberlakukan prosedur super ketat yakni perlakukan syarat protokol kesehatan.

Aturan super ketat meliputi  physical distancing dengan berlakukan sistem shift dibagi dua hari Sabtu dan minggu (20-21/06/2020) untuk pengambilan raport kelas 1 sampai kelas 5.

Pun sehari dibagi  tiga sessi dan setiap sessi pengambilan raport dibatasi durasi paling lama 45 menit.

Bahkan bukan hanya itu saja syarat ketat wajib pakai masker bagi wali murid yang akan mengambil raport dan wajib cuci tangan bersabun yang disediakan oleh MIM Karanganyar.

Satu lagi dilarang mengajak anak dan per raport anak dibatasi hanya salah satu saja yang boleh datang mengambil apakah ibunya saja atau bapaknya saja sehingga dilarang diambil berduaan guna hindari kerumunan.

Kepala Sekolah MIM Karanganyar Marjiyanti mengatakan keputusan dilakukan penyerahan raport  secara manual itu dilakukan dengan berbagai pertimbangan njlimet (Rumit) namun matang dan memang urgen yakni perlunya kordinasi langsung tatap muka antara wali murid dengan pihak sekolah.

Pasalnya ada informasi penting terkait sistem pendidikan baru pasca new normal  sehingga tidak cukup dijelaskan hanya lewat online.

"Kami sudah antisipasi semua maka Insya Alloh penyerahan raport secara manual di masa pandemi ini tetap aman dan bermanfaat" tandasnya.

Menurut Marjiyanti komunikasi langsung ini penting tidak sebatas hanya via WA grup wali murid. Apalagi komunikasi serta sistem pendidikan via online hampir 6 bulan tentu peluang temu muka menjadi berarti bisa sampaikan secara langsung segala informasi dan keluhan.

"Bagi kami sistem manual ini tetap masih penting karena dinamika sistem pendidikan terutama pengajaran terus dinamis berubah-ubah" ujarnya.

Marjiyanti menjelaskan meski pihaknya sudah merancang skedul kalender pendidikan, namun masih menunggu keputusan final dari kementrian apakah berani masuk sekolah seperti biasa manual atau masih sistem online seperti semester lalu sejak pandemi Covid 19.

Dari pantauan hariankota.com, proses pengambilan raport berlangsung ketat sesuai aturan sehingga tidak ada kerumunan karena begitu wali datang langsung diantar untuk segera mengambil raport sehingga tidak ada pergumulan diluar.

Terpisah itu Bupati Karanganyar Juliyatmono menegaskan bahwa secara tidak langsung wabah Covid 19 di Karanganyar sudah selesai dan diganti dengan semangat baru.

Bupati juga mendorong sekolah untuk bergerak jemput bola lakukan aktifitas apalagi sudah masuki PPDB.

"Semangat baru atau normal harus diisi dengan kegiatan perubahan bukan sekedar  slogan saja. Yang sekolah ya segera aktif dan semua sektor lainnya termasuk pariwisata" ujarnya.

Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Rahayuwati

Share this Article :