Rekomendasi

Nol Pemohon Acara Hajatan, Meski Di Karanganyar Izin Akan Segera Dibuka

Senin, 15 Juni 2020 : 21.31
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Bupati Karanganyar berikan sinyal akan membuka lagi alias mengizinkan acara hajatan, namun hingga hari ini tercatat masih nol pemohon acara hajatan yang ajukan izin kepada Polres Karanganyar.

Belum diketahui alasan mengapa masih nol pemohon izin keramaian tapi diduga warga masih takut dengan wabah Covif 19.

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi melalui Kasat Intel AKP Teguh Sujadi mengatakan terhitung sejak ditetapkan KLB Covid 19 pada 22 Maret lalu hingga sekarang masih nol warga yang memohon izin keramaian hajatan. Meskipun saat ini Pemkab Karanganyar sudah mulai melonggarkan pembatasan sosial.

Bahkan saat ini Polres Karanganyar bersama Bupati Juliyatmono selaku Ketua Gugus Covid 19 tengah merumuskan kajian teknis tentang acara hajatan.

Yakni mencari solusi agar acara hajatan supaya tidak melanggar aturan terutama Maklumat Kapolri yang mana hanya mengizinkan acara keramaian dengan batasan maksimal 30 orang.

"Pada prinsipnya Polres Karanganyar kooperatif kordinatif dalam merumuskan teknis acara hajatan supaya tidak melanggar aturan" tandasnya.

Bahkan jika nanti sudah dicapai kesepakatan bersama tentang formula teknis acara hajatan, Satuan Intel pun siap melaksanakan.

Sementara itu Kadinas Pariwisata Titis Jawoto akui hasil kordinasi teknis Bupati dan Kapolres diikuti dinas terkait sudah hampir mengerucut untuk menentukan format acara hajatan yang akan diizinkan.

Formula tersebut adalah hajatan dengan model standing party alias berdiri yaitu model tanpa salaman, tanpa tempat duduk, dan tanpa makan di tempat, melainkan menu makanan dibawa pulang.

Bukan hanya itu, untuk jam tamu dibuat per sessi. Dan per sessi dibatasi durasinya sekitar 10 menit dengan jumlah tamu maksimal 30 orang.

Sehingga jika jumlah tamu sebanyak 300 orang maka diberikan 10 sessi alias 100 menit.

Namun meski tanpa tempat duduk seting tempat tetap mengacu protokol kesehatan yakni jarak tamu satu meter, wajib pakai masker dan cuci tangan saat masuk lokasi hajatan dan pulang dari lokasi hajatan.

Begitu juga tuan rumah harus taati aturan termasuk tidak ada foto yang berdekatan tapi harus diberi jarak pembatas antara tamu yang akan foto dengan tuan rumah.

Dengan begitu kemungkinan foto bersama dengan format selfial a foto dengan Hand Phone justru paling aman.

"Ya kemungkinan model acara hajatan yang standing party itu yang mungkin disepakati" tandasnya.

Diperkirakan awal Juli sudah bisa dicapai kesepakatan dan bisa diberlakukan pemberian izin.

Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Kadek Arya Wiguna
Share this Article :