Rekomendasi

Pemkab Karanganyar Nekad Paksakan Uji Coba Sekolah Bergilir Sistem Tatap Muka Mulai Tanggal 8-19 Juni

Senin, 01 Juni 2020 : 08.04
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Meski memicu kontroversi seru di masyarakat dan Medsos serta ditentang oleh Ormas Muhammadiyah, namun rupanya Bupati Karanganyar Juliyatmono tak bergeming.

Bahkan Bupati melalui Dinas Pendidikan setempat selaku pelaksana teknis sudah resmi fix keluarkan jadwal rencana ujicoba sekolah bergilir dengan sistem tatap muka pafa Tanggal 8-19 Juni ini.

Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan Dikbud Karanganyar Tarsa mengatakan jadwal sudah jadi berikut sistemnya .

"Ujicoba sekolah bergilir pertama dimulai Tanggal 8 Juni hingga Tanggal 19 Juni alias berlangsung selama 11 hari" tegasnya disela acara pelantikan sekolah Muhammadiyah Di Gedung Dakwah Muhammadiyah pekan lalu (Sabtu 30/05/2020).

Adapun jumlah sekolah yang akan diujicoba masih dilakukan pendataan dan kordinasi.

Namun  yang jelas standar pengamanan ekstra ketat protokol kesehatan benar-benar maksimal mulai dari wajib pakai masker,  pemeriksaan suhu badan siswa dan guru dengan thermogun serta mutlak wajib cuci tangan hingga jaga jarak.

Bahkan uiicoba ini walau terapkan sistem bergilir, pun jumlah murid dibatasi jumlahnya. " Untuk murid Sekolah Dasar SD per kelas hanya 15 orang pun dengan sett jarak' tempat duduk berjauhan" tandasnya.

Sedangkan untuk ujicoba Sekolah Menengah Pertama SMP dibatasi maksimal 20 orang perkelas juga dengan jarak jauh.

Selain itu jadwal ketat dan selektif yakni terbagi dalam paket. Paket pertama hari Senin Rabu Dan Jumat untuk siswa kelas satu saja sehingga siswa kelas 1 dan siswa kelas 3 diluar itu dilarang masuk agar suasana sekolah tetap sepi tidak berkerumun. Selanjutnya Hari Selasa Kamis dan Sabtu untuk giliran siswa kelas berikutnya.

Per paket terdiri 3 hari bergilir dan disif dua sesi yakni sessi pertama selama 3 jam, selanjutnya dilanjutkan giliran pada sessi kedua dengan durasi sama 3 jam.

"Dengan sistem ini diprediksikan aman dari bahaya Covid 19 karena mekanisme seminimal mungkin menjaga agar tidak terjadi kerumunan maka digilir dengan pengawasan ketat"  tambahnya.

Sementara itu Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah PDM Karanganyar benar-benar mengkawatirkan risiko terkena Covid terutama siswa SD sehingga pihaknya segera kordinasi dengan para kepala sekolah muhammadiyah.

"Jujur saja banyak wali murid dan guru resah dengan rencana uji coba itu. Pasalnya wali murid jelas tidak mau anak-anak dijadikan ajang uji coba" tegasnya.

Bahkan Samsuri meragukan manfaat dari program uji coba itu karena siswa sudah terkondisi online selama wabah Covid 19.

"Maaf dikaji ulang lah untungnya apa  seberapa manfaat sedangkan risikonya sangat fatal menyangkut nyawa" lanjutnya.

Sebagaimana diketahui Bupati Karanganyar Juliyatmono rencanakan uji coba masuk sekolah bergilir sistem tatap muka  meski ditengah pandemi Covid 19. Tak pelak pro kontra merebak terhadap rencana itu bahkan di Medsos seru terjadi penolakan.


Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Gunadi

Share this Article :