Rekomendasi

Sarat Risiko, Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo desak Pemkab Kaji Ulang Rencana Uji Coba Sekolah Bergilir

Selasa, 02 Juni 2020 : 17.42
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar mendesak Bupati Juliyatmono menahan dulu kebijakannya tentang rencana uji coba sekolah bergilir sistem tatap muka yang akan dilakukan pada Tanggal 8-19 Juni ini.

Pasalnya kebijakan tersebut sarat risiko fatal menyangkut keselamatan jiwa karena perkembangan wabah virus Covid 19 naik tajam. Apalagi secara nasional belum ada daerah yang lakukan uji coba sekolah dengan sistem tatap muka.

Selain itu menurut Bagus Selo
berdasarkan keputusan Gugus Tugas Pusat Percepatan Penanganan Covid 19 yang direkomendasi untuk diberlakukannya program new normal hanya ada 102 kabupaten kota tersebar di 23 provinsi. Dan dari data itu untuk Provinsi Jateng hanya Kota Tegal yang diizinkan.

"Sebaiknya Pak Bupati bersabar dulu lah dan mohon dikaji ulang lagi apakah kebijakan uji coba sekolah sistem tatap muka tersebut benar-benar dianggap perlu dan mendesak" ujarnya.

Bagus Selo masih mengkhawatirkan risiko utama berpotensi pada Sekolah Dasar SD yang mana sulit dikendalikan meskipun sudah dilakukan berdasar sistem protokol kesehatan diperketat.

Bahkan mungkin karena waktu sudah mepet pemkab belum lakukan sosialisasi secara maksimal sehingga banyak miss persepsi di masyarakat.

"Bagaimanapun yang namanya anak kecil SD ya susah dikendalikan terutama saat diluar kelas, padahal itu berbahaya kalau sampai bersentuhan" tandasnya.

Untuk itu Bagus Selo menekankan agar pemkab benar-benar serius mempertimbangkan lagi karena risikonya fatal. Walaupun diakui saat ini Di Kabupaten Karanganyar dinyatakan nol penderita atau pasien Covid 19.

Namun demikian Bagus Selo menjelaskan disatu sisi pihaknya bisa memahami terobosan yang dilakukan Bupati Juliyatmono guna mengatasi kepenatan serta kebuntuan dunia pendidikan terutama murid sekolah akibat libur panjang dan hanya belajar online tidak maksimal.

Hanya saja bisa dilakukan dengan cara lain, tidak harus sistem tatap muka.

Sementara itu Pemkab Karanganyar sudah positif akan berlakukan uji coba sekolah bergilir sistem tatap muka pada kalender yang ditetapkan 8-19 Juni.

Kadinas Pendidikan Karanganyar Tarsa meyakinkan pada publik bahwa program itu aman karena dilakukan dengan pengawasan ekstra ketat perihal protokol kesehatannya dan pengawasan saat diluar kelas.

"Program Pak Bupati ini sudah fix dan tinggal realisasi. Untuk itu kepada semua pihak bisa berpandangan positif tak perlu khawatir berlebihan,"tandasnya.


Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Gunadi


Share this Article :