Rekomendasi

Sedikitnya 21 Obyek Pariwisata Diduga Tak Berikan Kontribusi Pendapatan Pada APBD Karanganyar

Senin, 08 Juni 2020 : 17.15
Published by Hariankota
KARANGANYAR- DPRD Kabupaten Karanganyar mendesak Bupati Juliyatmono untuk segera berkordinasi dengan Pemprov Jateng dan Perhutani guna mengurus "lost income" hilangnya potensi penerimaan Pendapatan Asli Daerah PAD.

Bahkan disinyalir lost income terjadi pada 21 titik obyek pariwisata yang terletak di Karanganyar yang hingga sekarang sama sekali tidak diurus.

Padahal mestinya potensi penerimaan pendapatan daerah bisa diraih dari 21 titik obyek pariwisata baru hasil kerjasama PT Perhutani dengan pihak ketiga yang bertempat Di Karanganyar dengan pihak ketiga. Namun kenyataannya hingga sekarang tidak jelas laporan keuangannya.

Demikian kritisi tersebut mencuat pada Rapat Paripurna membahas Raperda tentang Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati Karanganyar APBD Tahun Anggaran 2019.

Ketua Fraksi PDIP Kabupaten  Karanganyar Latri Listyowati mengatakan mestinya potensi 4 item pendapatan yang bisa diraih yakni pajak hotel,  pajak restoran, pajak hiburan serta pendapatan dari parkir.

" Sudah dua tahun ini  kami pantau masih tidak jelas penerimaan dari sektor itu. Diantarnya yang terjadi pada obyek pariwisata Lawu Park" tandasnya.

Untuk itu Fraksi PDIP Karanganyar mengingatkan bupati segera bertindak karena potensinya lumayan. Jika diasumsi pemasukan itu sekitar 10 % saja sama dengan sekitar Rp200 juta dari PAD Karanganyar dari sektor pariwisata sebesar Rp2.1 milliar.

Adapun PAD keseluruhan APBD Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp327 miliar.

Sementara Bupati Karanganyar Juliyatmono akan menjawab kritisi itu para Rapat Paripurna DPRD Karanganyar Selasa (9/06/2020).

Reporter; Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Gunadi


Share this Article :