Rekomendasi

Sekber Minta Bupati Tidak Gegabah Lakukan Pengurangan Jam Kerja ASN

Jumat, 05 Juni 2020 : 17.09
Published by Hariankota
KARANGANYAR-Rencana Bupati Karanganyar Juliyatmono yang hendak lakukan pengurangan jam kerja Aparatur Sipil Negara ASN mendapat kritikan dari masyarakat.

Kali ini kritikan datang dari Sekretaris Bersama Sekber Karanganyar yang merupakan wadah organisasi sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat LSM.

Sekber Karanganyar menilai meskipun rencana pengurangan jam.kerja ASN itu belum final, namun Sekber meminta untuk ditangguhkan.

Pasalnya pengurangan jam kerja ASN itu sangat tidak rasional dan melukai asas keadilan bersama. Sebab ASN digaji dan disumpah sebagai birokrat untuk menjadi pelayan masyarakat.

Sekretaris Sekber Kabupaten Karanganyar Kiswadi Agus mengatakan
ASN juga ada standar kerja seperti lazimnya semua pekerjaan. Sehingga semestinya sebagai birokrat kerja di birokrasi haruslah maksimal melayani begitu pula dengan jam kerjanya.

"Kita tahulah ASN itu pekerjaan terhormat yang semuanya sudah diatur oleh pemerintah pusat. Lalu apa jadinya jika ASN kerja semaunya sendiri dengan pengurangan.jam kerja" ujarnya.

Apalagi lanjut Kiswadi Agus ASN digaji menggunakan uang rakyat, sehingga sangatlah tidak beretika jika jam kerjanya diperpendek hanya alasan  karena menghindari Covid 19.

"Kan bisa memilih cara lain tanpa harus ekstrim memangkas jam kerja" tandasnya.

Dicontohkan.oleh Sekber ASN tetap saja masuk kerja sesuai jamnya namun tetap mengacu protokol kesehatan dan Physical Distancing. Bukannya terus memangkas jam kerja dengan dalih sisa jam kerja dilakukan dengan kerja dari rumah. "Sungguh sangat kebangeten jika Bupati nekad memaksakan kehendaknya" ungkapnya.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono menegaskan pengurangan jam adalah jam efektifnya hadir fisik di kantor. Sehingga beban jam kernya tetap 9 jam yakni masuk pukul 07.00 WIB dan pulang Pukul 16.00 WIB kecuali hari Jumat.

"Jangan gagal paham ya bahwa yang rencana akan dikurangi itu hanyalah jam bertemu fisiknya di kantor menjadi masuk pukul 07.00 WIB pulang pukul 13.00 WIB, sepulang dari jam 13.00 WIB ASN tetap harus mengerjakan di rumahnya hingga pukul 16.00 WIB" tandasnya.

Dengan demikian lanjut Bupati secara prinsip beban kerja tetap utuh sama tidak ada yang dikurangi. Hanya saja sisa jam setelah pukul 13.00 WIB ASN tetap bekerja tapi dari rumah.

Adapun untuk mengkontrol apakah ASN ketika sudah pulang sampai rumah benar-benar bekerja atau tidak maka Bupati sedang mengkaji perlunya alat kontrol. Yakni bisa gunakan instrumen aplikasi IT sebagai media pekerjaannya atau tetap secara manual gunakan alat tulis kantor dibawa pulang untuk dikerjakan di rumah.

"Lha ini yang sedang kita kaji parameter kontrol pekerjaan di rumah tersebut apakah pakai aplikasi IT agar terpantau atau manual ASN membawa pulang sisa pekerjaan untuk dikerjakan dirumah" tuturnya.

Bupati meminta semua pihak berprasangka baik dan sampaikan ide masukan konstruktif ke pemkab.

Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Gunadi

Share this Article :