Rekomendasi

Tengah Asyik 'Ngopi' Tanpa Protokol kesehatan, Enam Pemuda Reaktif Dirapid Test

Jumat, 05 Juni 2020 : 05.49
Published by Hariankota
KOTA MALANG - Petugas gabungan kembali melakukan operasi penyisiran dan rapid test ke titik warung kopi dan kafe yang pengunjungnya tak memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Operasi gabungan pada Kamis malam (4/6/2020) menyasar beberapa warung kopi dan kafe di kawasan Jalan Sudimoro. Meski sehari sebelumnya telah dilakukan operasi rapid test, tampaknya tak membuat beberapa pengunjung dan pemilik usaha kapok, serta memperhatikan protokol kesehatan.

Alhasil sejumlah pengunjung warung kopi pun dibuat terkejut ketika petugas gabungan dari Pemkot Malang, Polresta Malang Kota, Kodim 0833, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perhubungan (Dishub), BPBD, dan Satpol PP datang.

Satu persatu pengunjung, karyawan, dan pemilik warung kopi serta kafe dilakukan rapid test. Dari rapid test yang dilakukan kepada 86 pengunjung Warung Kopi Sawah, terdapat hasil mencengangkan dimana ada enam orang yang dinyatakan reaktif tengah asyik 'ngopi' di Warung Kopi Sawah.

Enam orang yang terdiri dari empat orang laki - laki dan dua orang perempuan dengan rentang usia 10 - 23 tahun ini akhirnya diberikan sosialisasi sekaligus didata, sebelum akan dilakukan pengambilan swab untuk tes dengan metode PCR.

"Hari senin akan dilakukan pemeriksaan swab, Jumat sampai Minggu kami minta istirahat yang cukup. Kami harapkan kalau Senin di swab hasilnya negatif, tapi kalau tidak ya mau gak mau harus isolasi," ucap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Malang dr. Husnul Muarif saat memberikan instruksi kepada enam orang ini.

Tak hanya diberikan peringatan, keenam orang ini juga didatangkan perwakilan anggota keluarganya dan diberi penjelasan supaya disiplin melakukan isolasi mandiri.

"Saya minta disiplin melakukan isolasi mandiri, jangan keluar - keluar, terpisah dengan keluarga, alat makannya jangan sampai bercampur. Masker jangan sampai lepas, kalau bicara jangan sampai mendekat harus berjarak," tutur Husnul saat memberikan penjelasan kepada anggota keluarga enam orang tersebut.

Menurutnya Husnul, keenam orang yang dinyatakan reaktif ini memang tak memiliki gejala secara klinis, namun enamnya berpotensi menjadi penular ke orang lainnya.

"Karena yang reaktif ini di dalam tubuhnya sudah ada virus cuma belum ada gejalanya, ini yang disebut OTG, carier yang gampang nulari lainnya, pada saat kumpul - kumpul dengan tidak menjaga jarak," pungkasnya.


Reporter: Miadaada
Penulis: Miadaada
Editor: Gunadi


Share this Article :