Rekomendasi

Terduga Teroris Meninggal Dalam Status Tahanan, Keluarga Minta Komnas HAM Turun Tangan

Kamis, 04 Juni 2020 : 18.28
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Keluarga Bagus Kurniawan (30), terduga teroris yang meninggal dalam masa tahanan setelah ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror akhir tahun silam di Desa Manang, Grogol, Sukoharjo, menuntut pertanggung jawaban semua pihak yang terkait.

"Keluarga meminta kepada Komnas HAM dan DPR RI untuk melakukan investigasi atas kematian Bagus Kurniawan," kata Sekretaris The Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono selaku pendamping keluarga kepada hariankota.com, Kamis (4/6/2020).

Selain itu, keluarga juga menuntut pertanggung jawaban semua pihak yang terkait dalam penanganan kesehatan almarhum Bagus Kurniawan selama menjadi tahanan yang mengakibatkan almarhum meninggal dunia.

"Kami meminta kepada pihak Kepolisian memberikan keterangan yang transparan dan terbuka terkait dengan kronologis termasuk penyebab pasti kematian almarhum dengan bukti medis yang bisa di percaya," tegas Endro.

Diketahui jenazah Bagus Kurniawan saat ini telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Polokarto, Sukoharjo, Rabu (3/6/2020) kemarin malam.

"Bagus meninggal pada hari Selasa (2/6/2020) lalu. Kalau dari istrinya menyebutkan meninggalnya di Cikeas, Bogor. Tapi ada juga informasi yang menyebut di Lapas Gunung Sindur, Bogor. Ini masih kami cari tahu kebenarannya," ujar Endro.

Dari keterangan sertifikat medis penyebab kematian yang diterima pihak keluarga, Bapak satu anak umur sekira 1,5 tahun ini disebutkan meninggal bukan di rumah sakit atau Puskemas. Sertifikat medis diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.     

Seperti pernah diberitakan, almarhum Bagus Kurniawan ditangkap saat tengah mengendarai sepeda motor dijalan Desa Manang, Grogol, pada Senin, 18 Nopember 2019 lalu.

Ia diduga terkait dengan jaringan pelaku teror bom Pospam Lebaran Polres Sukoharjo di tugu Kartasura pada malam hari, tepatnya 4 Juni 2019 . 

Selain menangkap Bagus Kurniawan, saat itu Densus 88 juga melakukan penangkapan terhadap terduga teroris lainnya yang disusul dengan penggledahan di sejumlah tempat.



Jurnalis : Sapto Nugroho
Editor : Mahardika

Share this Article :