Rekomendasi

Terpental di PPDB SMA & SMK, Warga Kemiri Resah Desak Disdukcapil Bertanggung Jawab

Selasa, 23 Juni 2020 : 13.39
Published by Hariankota
KARANGNYAR-Sejumlah warga Desa Kemiri, Kecamatan Kebakramat, Karanganyar resah karena syarat pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB SMA & SMK ditolak panitia.

Alasan penolakan panitia karena syarat administrasi berbasis Kartu Keluarga KK yang merupakan produk kantor Dinas Penduduk dan Catatan Sipil Disdukcapil Karanganyar bermasalah.

Salah satu masalahnya banyak KK warga Desa Kemiri yang gagal diakses online oleh panitia diduga ada masalah verifikasi data Disdukcapil tidak mutakhir.

Kades Kemiri Amin Sadimin mengatakan hampir 15 warga desanya mengadu ke Pemdes karena gagal daftar sekolah melalui jalur zonasi disebabkan data KK tidak valid.

Kebanyakan temuan KK bermasalah tersebut adalah perihal keterangan tempat tinggal dan lama waktu penduduk tersebut  berdomisili di Desa Kemiri.

" Ya permasalahan seperti itu akhirnya warga mengeluh sehingga pemdes ambil sikap mengurusnya. Tapi jujur saja pemdes alami kesulitan karena berurusan dengan online Disdukcapil"  tandasnya.

Akhirnya lanjut Amin banyak warganya alami kegagalan daftar dan berusaha melangkah sendiri.

Untuk itu Amin meminta  Disdukcapil Karanganyar tanggap peka terhadap persoalan riil yang terjadi dibawah. "Mbok iyao Disdukcapil itu peka, karena masalah seperti ini saya yakin terjadi dimana-mana bukan hanya di Desa Kemiri saja" ujarnya.

Menanggapi aduan tersebut Kabid Informasi Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Gunawan mengakui banyak warga yang melapor perihal  KK berbasis online.

"Ya memang ada sekitar 25 warga yang melapor masalah itu kepada kami. Namun sudah kami selesaikan semua" ujarnya.

Gunawan mengatakan banyak warga yang langsung datang sendiri ke Disdukcapil meski sebenarnya via online bisa dilakukan.

Selanjutnya Disdukcapil sesuai arahan provinsi apabila ada laporan dari masyarakat berkenaan dgn hal tersebut untuk dilakukan konsolidasi data (update data) meskipun data sdh sama dgn provinsi maupun pusat.

Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Rahayuwati




Share this Article :