Rekomendasi

Ada Putra Presiden, GARUDA : Pilkada Solo Selesai Sebelum Waktunya

Rabu, 22 Juli 2020 : 19.52
Published by Hariankota
SOLO - Tidak adanya parpol penantang bakal pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Solo dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa dinilai telah menjadikan pesta demokrasi lima tahunan ini menjadi kurang menarik.

Sejumlah tokoh, diantaranya inisiator Gerakan Rakyat Untuk Daerah Surakarta (GARUDA) BRM Kusumo Putro mengatakan, pilkada Solo bukan lagi ajang pilkada yang sesungguhnya. Karena pemenangnya hampir bisa dipastikan adalah Gibran (putra Presiden Jokowi)- Teguh.

"Jadi, coblosan 9 desember 2020 yang akan datang bukan harinya rakyat Solo memilih Walikota. Tapi merupakan hari penasbihan seorang figur secara konstitusi sebagai walikota dalam balutan pilkada," kata Kusumo kepada hariankota.com, Rabu (22/7/2020).

Ia menilai, dalam situasi pendemi Covid-19, miliaran rupiah uang rakyat yang akan diambil dari APBN dan APBD hanya untuk membiayai Pilkada Solo yang sudah jelas diketahui siapa pemenangnya, sepertinya akan menjadi sia- sia.

"Saya tak menampik masih ada kemungkinan paslon perseorangan lolos verifikasi, dimana saat ini masih sibuk memenuhi kekurangan syarat dukungan. Kalaupun nanti lolos, paling hanya akan jadi lawan pendamping saja untuk menghindari melawan kotak kosong. Bukan lawan beneran, karena sudah pasti nggak bakalan menang melawan anak Presiden," ujarnya.

Menurutnya, tidak adanya parpol diluar PDIP untuk bersatu mengusung calon sendiri untuk melawan Gibran - Teguh merupakan sebuah kemunduran demokrasi. Parpol non PDIP terlihat justru mencari aman dengan membebek menyatakan secara terbuka ikut mendukung putra Presiden Jokowi.

"PDIP memiliki 30 kursi di DPRD dan didukung 4 partai, PAN, GERINDRA,  GOLKAR, dan PSI.  Total semua ada 40 kursi. Sementara 5 kursi sisanya adalah PKS yang belum mendukung. Jika PKS nanti ternyata juga memilih ikut bergabung, ya selesai sudah pilkada Solo," tandas Kusumo.

Terpisah, hal senada disampaikan pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto, saat dihubungi sejumlah awak media, bahwa Pilkada Solo 2020 telah selesai sebelum waktunya, karena hampir seluruh parpol yang memilki kursi DPRD Kota Solo sudah merapat ke PDIP.

“Saat ini tinggal kita menunggu verifikasi calon perorangan saja. Masih ada peluang bagi Gibran-Teguh untuk tidak menjadi calon tunggal di Pilkada Solo 2020, yakni jika Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo) lolos verifikasi faktual," tuturnya.

Jika calon perseorangan tersebut lolos, maka Pilkada Solo diikuti dua pasangan calon. Namun, jika tidak lolos, maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo akan membuka dua kali lagi pendaftaran calon.

“Tapi kalau tiga kali pembukaan calon oleh KPU tidak ada satupun yang mendaftar, ya jadi calon pasangan tunggal. Dan Gibran -Teguh sudah dapat rekomendasi, ya pilkada sudah selesai,” pungkasnya.



Jurnalis : Sapto NugrohoEditor : Mahardika

Share this Article :