Rekomendasi

Belum Normal, KLB Covid-19 Sukoharjo Bisa Diperpanjang

Senin, 06 Juli 2020 : 15.58
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Mendekati massa berakhirnya status Sukoharjo Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 pada 29 Juli 2020 mendatang, angka kasus positif Covid-19 di Kota Makmur masih cukup tinggi, bahkan tertinggi di Solo Raya. 

Dari kondisi tersebut, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya berencana memperpanjang status KLB jika dalam beberapa hari kedepan tren pergerakan kasus positif baru masih terus bermunculan.

"Kalau kondisinya masih seperti ini (angka kasus penularan baru masih ada) bisa juga (KLB) diperpanjang," terang Wardoyo saat ditemui hariankota.com, Senin (6/7/2020).

Ia menilai dampak pandemi Covid-19 di Sukoharjo masih perlu penanganan serius, sehingga jika nanti KLB diputuskan diperpanjang, maka harapannya dapat mencegah secara maksimal munculnya klaster - klaster penularan kasus baru.

"Kami "njagani" ( mengantisipasi-red) jangan sampai muncul klaster baru. Intinya (perpanjangan KLB) itu," tandas Bupati.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mendukung wacana perpanjangan KLB yang akan dilakukan bupati jika grafik pergerakan angka Covid-19 belum melandai.

"Karena sekarang temuan kasus baru yang muncul justru dari warga Sukoharjo perantauan. Seperti baru - baru ini ada dua orang salah satunya di Semarang. Kalau yang di Sukoharjo sendiri saat ini justru tidak ada," ungkapnya.

Warga perantau tersebut kata Yunia, berasal dari Desa Mertan, Bendosari, Sukoharjo, bekerja sebagai tenaga kesehatan (nakes) di salah satu rumah sakit di Semarang.

"Yang bersangkutan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di Semarang, tidak pulang ke Sukoharjo. Namun begitu karena alamatnya di Mertan, Bendosari maka datanya masuk di Sukoharjo," pungkasnya.


Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :