Rekomendasi

Ditengah Pandemi, UNS Kembali Kukuhkan Dua Guru Besar Secara Daring

Selasa, 14 Juli 2020 : 17.51
Published by Hariankota

SOLO - Dua profesor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo akan dikukuhkan sebagai guru besar. Pengukuhan kali ini bakal digelar secara daring (dalam jaringan) dengan pertimbangan masih pandemi Covid-19, menghindari potensi penularan virus.

Dua guru besar UNS tersebut, pertama adalah Prof. Dr. Tri Wiratno , M.A. dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) merupakan guru besar ke -222 UNS dan ke- 25 FIB UNS.

Dalam pidato pengukuhannya, ia akan menyampaikan judul 'Menjalani dan Memaknai Hidup Melalui Teks dalam Perspektif Linguistik Sistemik Fungsional'.

"Dalam kehidupan sehari - hari, manusia tidak dapat melepaskan diri dari teks. Teks selalu menyertai manusia sejak lahir hingga meninggal dunia. Begitu lahir butuh surat kelahiran, dan apabila meninggal dunia, keluarganya mencari surat kematian," katanya kepada hariankota.com saat jumpa pers, Selasa (14/7/2020).

Menurutnya, ditengah - tengah masyarakat, segala hal yang dilakukan bisa dipastikan selalu dengan teks. Contoh, memasak mie instan, mengurus SIM, atau mengambil uang lewat ATM. Semua itu menerapkan jenis teks prosedur dengan langkah- langkah yang harus diikuti secara berurutan.

"Semua peristiwa dalam contoh itu merupakan bukti bahwa manusia selalu membutuhkan teks disepanjang hayatnya. Persoalannya adalah, bagaimana kita menciptakan dan menggunakan teks. Menjalani dan memaknai hidup melalui teks," ujarnya.

Teks disebutkan Tri, dapat menjadi wahana untuk berpikir dan berbuat positif, tetapi sebaliknya, teks dapat pula menjadi alat untuk menyatakan kecaman dan hinaan.

Sedangkan guru besar berikutnya, adalah Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, ST M .Si dari Fakultas Tehnik (FT). Ia dikukuhkan menjadi guru besar ke-223 UNS dan ke-14 FT UNS dengan pidato pengukuhan berjudul 'Tantangan dan Solusi Komersialisasi Inovasi Baterai Lithium.

"Berbagai luaran inovasi teknologi hasil penelitian dan pengembangan dari perguruan tinggi harus secara maksimal dapat dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan ekonomi melalui komersialisasi," paparnya.

Ia mengatakan, tantangan dan persoalan produk, proses, inovasi, dan bisnis dapat mengakibatkan tingkat kesiapan teknologi atau TRL dari inovasi yang dikembangkan gagal memenuhi kriteria pasar.

"Tantangan ini memotivasi saya. Sejak 2012 saya ikut terlibat dalam penelitian dan pengembangan baterai lithium dangan menekuni bidang kajian rekayasa rantai pasokan pada proses komersialisasi teknologi," imbuh Wahyudi.

Diketahui, pengukuhan dua guru besar secara daring ini merupakan kali kedua yang diselenggarakan UNS. Melalui aplikasi telekonferensi Zoom yang akan dilaksanakan, Rabu (15/7/2020) besuk, masyarakat dapat menyaksikan dengan mengakses secara langsung melalui akun YouTube Rektor UNS Jamal Wiwoho.

Sidang senat direncanakan hanya diikuti oleh Rektor UNS, anggota senat dan dua guru besar dengan mengikuti protokol kesehatan. Sementara para tamu, baik dari dalam negeri dan luar negeri mengikuti sidang senat lewat daring.


Jurnalis : Sapto NugrohoEditor : Mahardika


Share this Article :