Rekomendasi

Eks Ketua PSSI Karanganyar Minta KONI Mendesak Bupati Agar Bekukan Kepanitiaan Konggres Karena Cacat Hukum dan Cacat Organisasi

Sabtu, 04 Juli 2020 : 21.00
Published by Hariankota
KARANGANYAR-Mantan Ketua PSSI Asosiasi Kabupaten Askab Karanganyar periode 2016-2020 Dua Malam Sehari yang akrab dipanggil Hary meminta Koni setempat mendesak Bupati Juliyatmono untuk membekukan  kepanitiaan Konggres PSSI yang akan dilaksanakan 18 juli ini.

Alasan permohonan pembekuan seluruh kepanitiaan dan acara Konggres Askab Karanganyar sangat fundamental karena cacat hukum & cacat organisasi bahkan secara prosedur tergolong ilegal.

"Nuwunsewu Konggres PSSI Askab Karanganyar ini sungguh sangat ekstra memalukan serta pemaksaan kehendak yang secara gamblang dipertontonkan pada publik. Saya minta KONI Karanganyar segera bergerak mendesak Bupati Juliyatmono membekukan acara dan kepanitiaan konggres tersebut" tandasnya.

Hary menjelaskan dimulai dari
start nol  saja sudah melanggar Statuta (AD/ART)  yakni diawali prosedur kesalahan pembentukan Panitia Pelaksana Panpel konggres yang mana tidak melibatkan pengurus PSSI lama yang notabene berakhir masa kepengurusan 3 bulan lalu.

Kesalahan kedua adalah pembentukan panitia tidak demokratis mestinya tiga komponen inti yakni KONI, Eks Pengurus PSSI serta PLT
PSSI Karanganyar yang dijabat Dwi Purwanto dari Asprov PSSI Jateng berembug dulu untuk mensinkronkan formasi kepanitiaan mengacu Statuta.

Apapun itu dalam statuta PSSI , KONI berperan inti ibarat jantung dalam menentukan kepanitiaan.

 "Maaf lho ini lihatlah apa fakta yang terjadi KONI Karanganyar tidak pernah diberitahu dan diajak bicara sehingga secara resmi KONI tidak dilibatkan. Yang terjadi Ketua Panpel ditunjuk oleh PLT diambilkan dari orang KONI yakni Tony Hatmoko, namun Tony bukan diutus resmi dari KONI" ujarnya.

Apalagi lanjut Hary , keberadaan Tony Hatmoko di KONI  bukan dari unit organisasi sepakbola ,tetapi  Tony tercatat sebagai pengurus bola basket. "Ini kan lucu yang dipaksakan lha wong mestinya panitia itu dari KONI unit organisasi sepakbola dan PSSI, tapi ini yang menjadi Ketua Panpel dari KONI unit bola basket. Bagaimana mungkin bisa mendalami statuta" ungkapnya.

Kecacatan hukum dan organisasi pada kepanitiaan Konggres PSSI Askab Karanganyar sangat vulgar lagi terlihat pada pemilihan Panitia Seleksi Pansel serta Syarat calon Ketua harus S-1. "Maaf saya katakan dari start nol ini sudah fatal maka semakin berjalan nekad makin fatal merusak ruh PSSI. Maka KONI secepatnya berkordinasi dengan bupati segera membekukan.

Hary khawatir jika konggres ini dipaksakan maka benar-benar terjadi sejarah paling buruk se Indonesia Konggres PSSI Askab Karanganyar.

Sementara menanggapi permohonan pembekuan kepanitian konggres, Ketua Panpel Konggres PSSI Askab Karanganyar Tony Hatmoko menegaskan bahwa semua berjalan sesuai prosedur sehingga tidak ada cacat hukum atau organisasi.

"Sebaiknya kalau mau mengkritik kepanitiaan konggres harus pakai referensi yang jelas jangan kabur asal-asalan. Saya ini pengurus KONI bidang organisasi sehingga saya ditunjuk resmi ber-SK oleh PLT Asprov Jateng sebagai Ketua Panpel sehingga sah legal" tegasnya.

Untuk itu Tony menolak jika kepengurusan panitia ini,dibekukan. "Bagi kami Panpel konggres tetap jalan terus no problem" ungkapnya.

Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Ferdinan


Share this Article :